bukuNovember 10, 2007 2:46 am

Karena telah bosan sebagai "pensiunan nabi" di surgaloka, maka para nabi mengajukan petisi kepada Tuhan untuk turba (turun bawah) ke bumi. Sebagai penandatangan pertama, Muhammad dari madinah, saudi arabia yang bi bumi dikenal sebagai Muhammad SAW, dipanggil menghadap Tuhan. Tuhan setelah membaca petisi tersebut "geleng-geleng kepala" tidak habis pikir pada ketidak puasan di benak manusia. Setelah berdialog dengan Nabi Muhammad tentang maksudnya mengadakan riset di bumi yang dikarenakan semakin sedikit umat Muhammad yang masuk surga, maka Tuhan pun mengabulkan petisi tersebut. Sebelumnya Tuhan berpesan supaya Nabi muhammad menghadap Sulaiman untuk membuat surat jalan.

Sebelum berangkat, terjadi kesibukan luar biasa di surga. Seperti serah terima jabatan Ketua kelompok Grup Muslimin dimana Abubakar tercantum sebagai pihak penerima. Ketika waktu pemberangkatan tiba, seluruh penghuni surga mengantar ke lapangan terbang. Nabi Adam selaku sesepuh, di daulat untuk memberikan sambutan. Berangkatlah Nabi Muhammad dengan mengendarai buraq, yang dulu digunakan untuk mi’raj. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad didampingi oleh malaikat Jibril yang sudah tua, terengah-engah mengikuti dari belakang.Ditengah perjalanan, buraq bertabrakan dengan sputnik buatan rusia yang tidak memiliki rem, sehingga baik buraq maupun sputnik hancur berkeping-keping.

Untungnya, Nabi Muhammad dan malaikat Jibril tersangkut di awan yang empuk bagaikan kapas. Di atas awan, Nabi mengira berada diatas neraka. Namun Jibril menjelaskan bahwa mereka berada di bagian bumi yang paling durhaka. Jakarta, ibukota sebuah negeri dengan 100juta rakyat yang malas dan bodoh. Lalu, Muhammad dan Jibril mengubah diri mereka menjadi ‘elang’ yang terbang ke segala penjuru Jakarta, menyaksikan segala bentuk ‘kebejatan’ yang terjadi. Mulai dari pengeroyokan terhadap seorang copet, juga adengan mesum  yang makin merajalela di Stasiun Senen.

Cerpen ini juga menceritakan kejadian-kejadian politik dan sosial di Indonesia menjelang terjadinya pemberontakan Gestapu/PKI dengan pemegang peran utama Soekarno, Subandrio [Perdana Mentri Togog], Dubes RRC untuk Indonesia, dan lainnya. Cerita ini diakhiri dengan bagaimana kemelut Indonesia yang terjadi pada waktu itu dan tidak bisa di selesaikan dengan baik oleh Soekarno. Mungkin inilah, alasan pembuatan cepen "Langit Makin Mendung".    

coretankuOctober 31, 2007 8:39 am

Begitulah dia biasa dipanggil. Dia adalah seorang penjual bakso yang menurutku paling enak di daerah tempat tinggalku. Tingginya sekitar 165 cm, tubuhnya kurus, mempunyai kumis. Menurutku, dia orang yang baik dan ramah. Aku sudah mengenalnya sekitar 4-5 tahun. Awalnya, aku tau dia dari papa. Papaku dengan gencar mempromosikan bakso yang katanya enak banget. Hal ini tentu saja membuat aku dan mama penasaran, seenak apa bakso yang dikatakan papa padahal kami tau papa bukanlah pencinta makanan yang satu ini.

Rasa penasaran kami tidak langsung bisa terpenuhi, karena dia hanya lewat depan rumah saat tengah malam [makanya aku kasih julukan "bakso setan" hehehe…]. Belum lagi kalau baksonya sudah habis, jadi dia tidak mungkin lewat depan rumah. Setelah beberapa kali gagal nunggu, entah itu karena sudah tertidur atau karena yang lain, akhirnya kami berhasil juga mencicipinya. Dia membuat bakso yang beraneka ragam, ada yg isi sumsum, telur kuning, bahkan ati. Dan memang rasa bakso bahkan kuahnya sangat enak.

Sekarang, aku sudah tidak perlu lagi bergadang sampai malam menunggu cak hadi. Karena sebelum berkeliling pada malam hari, cak hadi berjualan dulu di rumahnya. Baksonya mulai buka jam 5 sore, jadi aku bisa ke rumahnya dulu untuk menikmati baksonya yang top abis. Teras rumah kontrakannya yang menjadi tempat makan pelanggan yang datang kerumahnya. Dulu masih sempit dan terlihat sedikit kumuh. Tapi sekarang sudah jauh lebih luas dan bersih.  

Saat berjualan di rumah, dia dibantu oleh anak dan istrinya. Kaget juga waktu pertama kali melihat istrinya, karena istrinya sangat gemuk [kebanyakan makan bakso kali ya???emoticon]. Terakhir kali makan di sana [pertengahan puasa], istrinya sedang dirawat di rumah sakit karena stroke. Walaupun begitu, rasa baksonya tetap tidak berubah. Tetap enak. Selesai makan, hanya satu pertanyaan yang terlontar dari cak hadi "baksonya kurang apa???". Masukan dari pelanggan sangat diharapkannya.

Setiap ada teman atau tamu dari jauh, pasti bakso cak hadi menjadi andalanku. Aku selalu mempromosikan bakso cak hadi. Mereka yang sudah mencoba bakso cak hadi sepakat bahwa baksonya sangat enak. Bagi yang belum mencoba, ada yang tertarik untuk mencoba???? Pasti nggak akan menyesal dech….

cerita2...October 28, 2007 1:10 am

Kuliah lagi…kuliah lagi….Yah, mau gimana lagi, masa mau liburan sepanjang masa. Habis libur lebaran [walau agak terlambat karena aku pakai acara molor liburan], hal pertama yang dilakukan pasti minta maaf secara langsung ke temen-temen, dosen, karyawan kampus, OB, satpam, sampai tukang bakso di kampus. Setelah itu, tukar cerita sama temen-temen.

Selain tukar cerita, back 2 campus kali ini, aku harus mempersiapkan diri menghadapi seminar judul. Bukan hal besar sih, tapi tetep aja buat aku ketar-ketir. Mana tugas belum ada yang aku kerjakan. Salahku sendiri sih, nunda-nunda buat tugas. Jadi sekarang lagi nyicil buat tugas sedangkan seminar judul sudah berlalu kemarin.

Lega juga setelah melalui seminar. Ada sedikit revisi di batasan masalah. Juga di latar belakang yang menurut dosen penguji terlalu panjang. Yang penting judulku di terima dan semoga aku nggak mulai menunda-nunda [lagi…] buat skripsi. Oya, untuk temenku yang belom di terima judulnya, jangan putus asa yah….SEMANGAT!!!!!!  

cerita2... 12:31 am

Setelah puasa 1 bulan, tentu saja lebaran adalah saat yang di tunggu-tunggu. Waktu masih kecil, lebaran itu berarti baju baru dan salam tempel emoticon. Karena sekarang aku sudah besar [cieee….], jadi nggak mungkin lagi mengharapkan baju baru dan salam tempel [tapi kalau ada ya nggak nolak hehehe…]. Kalau sekarang, aku suka sekali bantu menyiapkan menu lebaran. Baik itu menu cemilan atau menu makanan.

Ada perbedaan besar dalam menyiapkan menu lebaran di ngawi dan jember. Di jember, mbah putriku menyiapkan cemilan yang renyah-renyah. Seperti kripik, kerupuk, atau rempeyek. Mbahku sangat pintar membuatnya. Jangan tanya rasanya, karena kalau sudah mencoba, ditanggung pasti tidak mau berhenti. Pokoknya, rasanya sangat pas di lidah [kayak promosi aja…].

Sedangkan di ngawi, bulekku menyiapkan menu-menu basah. Bukan kripik, krupuk atau rempeyek yang sudah di siram air, tapi menunya berupa tape ketan, madu mongso atau mendut. Biasanya tape ketan dan madu mongso di buat beberapa hari sebelum lebaran, dan mendut dibuat saat malam takbiran. Mendut itu makanan yang di buat dari tepung ketan dan di isi oleh parutan kelapa yang sudah diberi gula merah lalu di bungkus daun pisang.

Nah, aku suka sekali bantu membungkusnya. Sambil ngobrol sama bude-bude, bulek-bulek juga sepupuku. Tapi yang pasti, aku lebih suka menghabiskannya emoticon. Ada yang berbeda pada lebaran kali ini. Karena sebelum lebaran orang-orang desa tau kalau mbah kakungku panen semangka, mereka minta di hidangkan semangka. Walhasil, aku dan kakakku yang bertugas memotong semangkanya. Tetap menu basah juga kan??? yah…apapun menunya, minumnya tetep air sumur kok emoticon.

cerita2...October 11, 2007 3:20 pm

Tidak terasa, sudah saatnya mudik nih. Tahun lalu, kami mudik ke Jember. Perjalanan dari malang ke jember cuma sekitar 3 jam saja. Yang aku ingat saat mudik tahun lalu, begitu sampai di jember, kami sekeluarga langsung menuju rumah sakit. Bukan karena salah satu anggota keluarga tertimpa musibah, tapi sepupuku akan melahirkan anak pertamanya. Di rumah sakit, aku, kakak dan adik-adik cuma bisa berdoa semoga persalinannya lancar. Ini keponakan pertama kami dari keluarga papa. Sedangkan papa dan mama sibuk memberi masukan pada sepupuku itu.

Karena tidak kunjung melahirkan juga [yaiyalah….lah wong baru bukaan 2], akhirnya kami menuju rumah mbah untuk beristirahat. Tidak lama, kami mendapat kabar dari mumah sakit kalau sepupu kami sudah melahirkan. Anaknya laki-laki dan di beri nama ammar. Sekarang, ammar sudah tambah gendut dan makannya banyak. Oiya, kalau di jember, kami tidak lupa main ke pantai karena letaknya tidak jauh dari rumah mbah. Pantainya indah, berpasir putih. Atau main di bukit depan rumah mbah dan juga ke alun-alun jember yang ramainya minta ampun.

Tahun ini, aku sekeluarga mudik ke Ngawi. Sebuah kabupaten yang terletak di perbatasan jawa timur dan jawa tengah. Karena rumah mbah ngawi terletak di desa, otomatis juah dari keramaian. Saat takbiran sering mati lampu jadi tambah sepi. Untuk menyiasatinya, sebelum berangkat, aku dan adikku membeli bermacam-macam kembang api. Tadinya mau beli mercon juga, tapi di desa mbah, banyak orang yang sudah membuat mercon sendiri.

Dalam perjalanan, kami lebih banyak tidur. Perjalanannya sendiri bisa di bilang lancar, walaupun banyak pemudik lain. Jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat kami masih bermukim di jakarta. Berangkat satu hari sebelum lebaran. Hasilnya kami terkena macet bersama ribuan pemudik lainnya. Belum lagi, mobil yang mogok di jalan [melaz amir…]. Jadinya, kami harus menghabiskan waktu takbiran di jalan.

Banyak banget kan kenangan mudiknya??. Semoga lebaran kali ini juga banyak hal yang terjadi. Biarpun capek dalam perjalanan [yang capek mah cuma papa aja yang nyupir hehe…], tetap saja mudik adalah saat yang di tunggu-tunggu. Met mudik semua…  

Ilmu, AgamaOctober 10, 2007 7:33 am

Salah satu kegiatan yang sering di lakukan pada bulan ramadhon adalah i’tikaf. Iktikaf berarti bertafakur di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah. Hukum i’tikaf adalah sunnah namun bisa jadi wajib, jika seseorang bernazar akan melakukan i’tikaf. Adapun alasan seseorang untuk beri’tikaf sangat beragam. Ada yang beri’tikaf dalam rangka meramaikan bulan ramadhon, atau menunggu saat-saat turunnya lailatul qadar yang nilainya sama dengan ibadah seribu bulan.

I’tikaf dapat dilakukan kapan saja. Waktunya pun tidak di batasi, dengan tanpa batasan lamanya seseorang ber-I’tikaf. Begitu seseorang masuk ke dalam masjid dan ia niat I’tikaf maka syahlah I’tikafnya. I’tikaf dapat dilakukan selama satu bulan penuh, atau dua puluh hari. Yang lebih utama adalah selama sepuluh hari terakhir bulan suci.

Biasanya, masjid-masjid besar menjadi salah satu pilihan untuk beri’tikaf. Ada dua pendapat ulama tentang tempat i’tikaf. Ada ulama yang membolehkan iktikaf di setiap masjid yang digunakan untuk solat berjemaah. Hal itu dalam rangka menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga pelaksanaan sholat jema’ah setiap waktu.

Ulama yang lain mensyaratkan agar iktikaf dilaksanakan di masjid yang digunakan untuk sholat Juma’at, sehingga orang yang beriktikaf tidak perlu meninggalkan tempat iktikafnya menuju masjid lain untuk sholat Juma’at. Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa tempat i’tikaf yang afdal yaitu iktikaf di masjid jami’, karena Rasulullah s.a.w iktikaf di masjid jami’ [eh, di malang kan juga ada masjid jami’]. Lebih afdal lagi bila i’tikaf di tiga masjid; Masjid al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Aqsa [gile..jauh amat yah…hehe..].

Biar pun kita beri’tkaf karena kemauan kita sendiri, ada hal-hal yang tidak di perbolehkan selama kita beri’tikaf;

1. Berbuat dosa besar.
2. Bercampur dengan istri.
3. Hilang akal karena gila atau mabuk.
4.Murtad (keluar dari agama).
5. Datang haid atau nifas dan semua yang mendatangkan hadas besar.
6. Keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak atau uzur, karena maksud I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan hanya untuk ibadah.
7. Orang yang sakit dan membawa kesulitan dalam melaksanakan I’tiakf.
Jika ada hal yang tidak di perbolehkan, maka ada hal yang di perbolehkan selama kita i’tikaf, yaitu;
  1. Keluar dari tempat iktikaf untuk menghantar isteri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w terhadap isterinya Sofiyah ra. (HR. Riwayat Bukhari dan Muslim)
  2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
  3. Keluar dari tempat keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang menghantarkannya), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid, tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya .
  4. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan sentiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.
Selamat beri’tikaf…..

Ilmu, Agama 3:25 am

Tidak terasa, ramadhon akan berlalu. Padahal, sepertinya baru kemarin memulai puasa [gayanya…hehe..]. Sebelum berlalu, ramadhan saat ini masih menyisakan malam lailatul qadarnya. Lailatul Qadar[LQ] atau malam ketetapan adalah satu malam penting yang terjadi pada setiap bulan Ramadhan. Dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. LQ juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an. Keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada surat ke-97 yaitu Surat Al Qadar.

Menurut Quraish Shihab, kata Qadar sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur’an dapat memiliki tiga arti yakni [1]:
   1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad Dukhan ayat 3-5 : "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penah hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami"
   2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An’am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: "Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat"
   3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra’d ayat 26: "Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)"

Tidak ada yang tau, kapan terjadinya LQ. Ada yang mengatakan, LQ itu terdapat pada malam 10 terakhir Ramadhan, yaitu pada tanggal ganjil atau yang memastikan tanggal 21 atau tanggal 27. Akan tetapi, sebuah hadist dari Aisyah yang mengatakan : " Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" (HR: Bukhari dan Muslim).

LQ  memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan malam-malam lainnya. Ciri-cirinya adalah pada malam tersebut keadaan langit terang benderang, tidak terasa panas dan juga tidak terasa dingin. Sementara pada pagi harinya keadaan matahari putih bersih tidak bersinar. Saat itu, malaikat-malaikat turun ke bumi dipimpin oleh Malaikat Jibril dan mendatangi tiap umat Islam sambil mengucapkan salam. Kalau pada saat itu kita sedang dalam keadaan yang baik, dalam keadaan ingat pada Allah dan Rasul-Nya, dalam keadaan sedang beribadah maka insya Allah kita mendapatkan Lailatul Qodr.

Nah, masih ada 2 malam lagi sebelum ramadhon meninggalkan kita. Mari sama-sama menigkatkan ibadah. Bukan sekedar mengharapkan LQ, tapi untuk memperbaiki ibadah kita. Juga berharap, diberi umur panjang sehingga dapat bertemu ramadhon kembali. Amien ya robb…

cerita2...September 29, 2007 1:06 am

Yup, akhirnya sekelas jadi juga buka bersama. Seharusnya minggu lalu, tapi ayah dari salah seorang teman sekelas meninggal, jadi tidak mungkin langsung diadakan. Lagi pula, teman-teman harus melayat ke sana dan aku harus ke ngawi. Hari rabu, aku sudah terima uang dari urunan teman-teman. Aku juga bilang ke mereka supaya datang kamis pagi untuk membersihkan tempat buka bersama yaitu kantor di samping rumah. Kantor memang harus di bersihkan, karena debunya sudah kelewat tebal sedangkan dua penghuni kantor yang cantik pada sibuk [hehe..alasan aja nih..]. 

Kamis pagi sekitar jam 6, aku sama mama sudah berangkat ke pasar. Sebelum ke pasar, aku  mengingatkan teman-teman lagi untuk datang jam 7. Pulang dari pasar, hanya whidha yang sudah menunjukkan batang hidungnyaemoticon. Jadi, mama, aku, kakakku dan whidha yang mengolah masakan. Tak lama, datanglah nova dan ibunya. Niat ibunya sih, mau membantu, tapi nova malah membuat kericuhan. Maksudnya, semuanya jadi ninggalin masak dan memilih gendong si nova yang gemesin.

Sekitar jam 9, barulah norma dan hanan datang. Norma langsung aku suruh bantu masak, sedangkan hanan, aku suruh nyapu. Ternyata hasil nyapunya bersih juga, mungkin takut punya istri yang brewokan hehe. Jam 10, datang lagi bala bantuan. Yudi dan tri. Tanpa buang-buang waktu, aku sediakan kain pel dan aku suruh yudi ngepel. Sedangkan tri, aku beri tugas membersihkan kamar mandi. Ternyata, cara yudi ngepel tidak biasa [menurutku sih..], air di tumpah ke lantai baru kain pel digunakan untuk mengeringkannya. Terpaksa, aku turun tangan.

Tak lama, kantor bersih dari segala macam debu. Hasilnya tidak mengecewakan. Salut banget sama mereka, ternyata mereka berbakat juga. Lalu mereka main sama nova. Tapi tidak lama, tri dan hanan berangkan ke stiki karna ada urusan. Yudi juga sudah akan pulang, tapi aku suruh menghaluskan kentang yang sudah di goreng ike [oiya…ike juga ada yah..]. Setelah halus semua, di bentuk menjadi perkedel dan lagi-lagi yudi yang menggorengnya [ternyata banyak juga kerjaan dia…]. Ketika tri dan hanan datang lagi, aku suruh juga menghaluskan cabe untuk sambal. Pokoknya, acara masak-memasak  sama teman-teman sangat menyenangkan. Mungkin karena sambil bercanda, ngobrol dan main sama nova. Saking capek main sama teman-teman, nova sampai tidur di pangkuanku.

Sorenya, makanan sudah matang semua. Tinggal menyajikan. Tidak di sangka, datang tamu yang tak di undang [hehe…bahasanya nggak enak banget ni..], tapi membuat aku dan whidha seneng banget. Gimana tidak, lah yang datang adalah teman-teman pondok. Elya, titis, toipeh, hani, dan lely. Tapi, acara temu kangennya di tunda, karena aku dan whidha masih harus menyiapkan makanan berbuka untuk teman-teman kampus yang baru datang rombongan.

Akhirnya, waktu berbuka datang juga. Dengan membaca bismillah, kita semua menyantap kolak pisang dan kacang hijau. Tidak ada suara yang terdengar. Semua khusyuk dengan gelasnya masing-masing. Setelah selesai makan kolak, baru terdengar canda tawa dari teman-teman. Tidak lama sih, lalu kita semua bersiap sholat. Selesai sholat, makan malam dihidangkan. Soto, ayam, perkedel, tempe dan tak lupa sambal [sederhana sih, tapi enyaaakkk…]. Bukannya langsung makan, hidangan malah di liatin saja. Kayaknya mereka sungkan [aduh guys…hari gini sungkan???…]. Tanpa pikir panjang, aku maju ngambil piring, untungnya mereka langsung mengikuti [kalau tidak, malu dech gue…].

Selesai makan, acara cuci piring tidak bisa di hindari. Tapi titis dan elya sudah menempati pos mencuci [asiikk..emoticon]. Maka, aku membungkuskan makanan untuk tema-teman yang ngekos. Setelah teman kampus pulang, tinggal lah teman-teman pondok. Baru kita bisa melepas kangen. Tapi tidak lama, mereka pulang juga. Semoga tahun depan bisa bertemu ramadhon kembali dan tentunya membuat acara buka bersama lagi yang lebih seru dan menyenangkan.

cerita2...September 28, 2007 11:40 pm

Biasanya, bulan puasa bawaannya males terus. Pinginnya tidur saja. Untuk menghindarinya, sebisa mungkin cari kegiatan lain. Yang pastinya, kegiatan yang berguna, itung-itung nambah pahala [yee…]. Contohnya tadarusan. Sudah sekitar 4 th ini, aku sekeluarga tadarus bareng setiap pagi. Mulai sehabis subuh sampai jam 6. Karena bareng-bareng, sekarang sudah sampai jus 22, jadi sebelum akhir puasa bisa khatam lagi. Memasuki akhir bulan [biasanya mulai 10 hr terakhir], sekeluarga membaca surat yasin sebanyak 41 kali.

Tahun ini, aku juga mulai ngajar lagi [belajar bareng ding…]. Belum lama sih, baru 3 minggu. Ngajar anak panti yang kebetulan dekat dengan rumah. Kalau dulu ngajar anak SD, sekarang beragam. Dari yang MI sampai Aliyah. Apa lagi yah?? Oya, baca buku [kalau baca buku mah, memang kegiatan dari dulu] dan nulis.  Sekarang, baca buku bukan sekedar untuk diri sendiri. Setelah di baca, masukkan di blog ini. Tapi, baru beberapa yang aku masukkan. Mungkin karena masih belajar nulis, jadi kadang bingung mau mulai dari mana.

Chat sama temen-temen [pakai cela-celaan, kira-kira dosa ga??…] sambil ngisi blog atau belajar. Belajar apa saja dey, yang penting tidak bengong atau molor terus. Dan yang paling penting, mempersiapkan hidangan buka puasa [niat amat dech..]. Untuk keluarga atau buka bersama dengan teman-teman sekelas. Kebetulan, tahun ini, aku yang jadi tuan rumah [cerita serunya, ada di postingan selanjutnya yah…]. Memang kegiatan aku ini biasa banget, tapi aku berharap bisa melakukannya lagi tahun depan [amin..]. Dengan catatan, harus menambah lagi kegiatan yang lain. Kan, hari esok harus lebih baik dari pada hari sebelumnya. Apalagi tahun depan. Betul tidak???emoticon      

coretankuSeptember 26, 2007 12:39 am

Semalam aku membongkar-bongkar semua catatan kuliah. Tanpa sengaja, malah menemukan coretan maupun surat-surat dari sahabat-sahabatku. Sudah lama sekali berlalu, tapi begitu membaca coretan dan surat tadi, aku jadi ingat kenangan-kenangan bersama mereka. Senang, sedih, tawa, tangis. Sebenarnya, kebanyakan sahabat aku pindah sebelum lulus. Namun ada beberapa yang bahkan sampai sekarang masih saling memberi kabar. Waktu kelas 5 di pondok, aku menjadi pengurus pramuka. Ketika menjadi pengurus pramuka itulah, aku mempunyai sahabat baru lagi. Namanya asiah dan elvin. Asiah anaknya cerewet, pinter dan seru abis. Elvin juga pinter, agak pendiam tapi kalau sudah ikutan bercanda, kita bisa ketawa terus. 

Di antara kita bertiga, asiah yang paling gaul. Kayanya, tidak ada adik kelas yang tidak kenal dia. Sama adik-adik kelas, dia di panggil kak cieh. Suatu hari, dia punya ide untuk merubah nama panggilan aku dan elvin. Biar kompak, nama panggilan kita memakai awalan huruf c juga. Jadilah cieh, cvien dan cnied. Memang tidak enak di dengar, tapi lama-lama, kita jadi terbiasa. Kemana-mana selalu bertiga bahkan sampai kita buat baju yang kembar [kaya anak panti aja deh..]. Kompak banget, sampai kita pernah di marahin guru pembimbing kepramukaan, karena dianggap membuat gank. Padahal, kita tetap bergaul dengan teman-teman lain loh. Cieh dan cvien juga punya sahabat lain di luar persahabatan kita bertiga, termasuk aku. Ada mba endah, mba lala, kak ertina, arum, lili, sis farid, umay, novrosy, balon, memen [duileh, ngabsen kali ya??] dan lainnya.

Coretan dan surat mereka lah yang aku temukan semalam. Yang paling banyak, dari cieh dan sis farid. Aku memang dekat sekali sama mereka. Bahkan sampai sekarang masih sering smsan. Isi surat dan coretan beragam banget. Ada yang lucu, kasih semangat, nasehat, curhat, atau cuma sekedar "aku sayang kamu" [hehehe…]. Ada coretan dari cvien yang isinya "all begining is difficult but nothing is imposible" [setuju say…]. Atau coretan mba endah "ini adaah masa2 bahagia qtha di coord tercinta. Suatu episode cerita hidup qtha yang takkan pernah terlupa. Coord 2001 always in our heart" [ga akan mba…]. Juga dari mba lala yang intinya "don’t forget me ya nid…rasa2nya susah ngelupain temen yg makan cuma 2x sebulan" [ya ampyun mba..apa dulu aku bener2 susah makan yach???]. Bahkan ada juga surat kecil yang isinya "kamu marah ya sama aku??" [bener2 ga tau ini dari siapa, cz ga ada namanya..].

Dalam salah satu suratnya, cieh nulis "gimana ngajarnya?! masih BT and bikin kamu syebel kaya’ kemanin ngga’?! Tentunya kamu udach bisa nyesuaiin ama keadaan mereka yang suka jerit", naik" keatas meja dll. But…bukan berarti kamunya juga harus ikutan jerit" and naik" keatas meja donk. Kan nggak lucu kalo’ ibu guru mo’ nyaingin muridnya. Entar bukannya jadi SDI tapi SDGIG alias sekolah dasar guru ikut gila" [jawaban dari suratku yang isinya curhat jadi guru SD…]. Siapa yang tidak ngakak baca surat yang kayak gini??. Kalau surat dari sis farid, isinya lebih serius [mungkin karena dia lebih tua dari aku yah…], curhat dan kabar-kabar terbaru dari pondok. Tapi, membacanya lagi membuat aku tersenyum.

Sekarang aku sudah punya sahabat lagi, tentunya, tanpa melupakan mereka semua. Ada juga sich, coretan-coteran dari dia. Salah satunya "when i felt so sad, u light the dark around me, u always make me smile again" [aduh nek….jadi GR niy..]. Apapun isi coretan dan suratnya [minumannya teh…..???eh, puasa ding..], intinya meraka sayang dan senang bersahabat dengan aku. Maka, sekarang, aku ingin mereka pun tau, bahwa aku sangat senang dan bangga menjadi sahabat mereka. Apapun yang terjadi, tidak akan membuat aku lupa bahwa aku pernah mempunyai sahabat yang hebat seperti kalian semua. Sampai kapan pun, aku juga sayang kalian.        

«« Previous posts    Next posts »»