<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>blOgnya niDa</title>
	<link>http://nidaarifin.blogsome.com</link>
	<description>sebuah coretan bermakna bagiku...</description>
	<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 23:53:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Ritual 17 Agustusan vs Ritual Nisfu Sya&#8217;ban</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/12/ritual-17-agustusan-vs-ritual-nisfu-syaban/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/12/ritual-17-agustusan-vs-ritual-nisfu-syaban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 23:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/12/ritual-17-agustusan-vs-ritual-nisfu-syaban/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;&nbsp;&nbsp; Banyak sekali acara yang diselenggarakan menyambut hari kemerdekaan indonesia pada 17 Agustus. Lomba yang diadakan antar warga, RT, RW maupun antar kampung. Dari lomba makan kerupuk, balap karung, peragaan busana daerah, gerak jalan, tarik tambang, sepak bola, bulu tangkis, tari balon, baca puisi sampai menyanyi. Dan yang tidak ketinggalan adalah panjat pinang yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Banyak sekali acara yang diselenggarakan menyambut hari kemerdekaan indonesia pada 17 Agustus. Lomba yang diadakan antar warga, RT, RW maupun antar kampung. Dari lomba makan kerupuk, balap karung, peragaan busana daerah, gerak jalan, tarik tambang, sepak bola, bulu tangkis, tari balon, baca puisi sampai menyanyi. Dan yang tidak ketinggalan adalah panjat pinang yang sudah menjadi tradisi tahunan. Seakan tidak sah acara 17 Agustusan tanpa panjat pinang. Inovasi pun dilakukan untuk lomba yang satu ini. Lihat saja hadiah yang ditawarkan. Dari mulai tv, sepeda, radio, voucher belanja, sampai uang ratusan ribu. Bandingkan saja dengan uang pecahan seratus rupiah yang dulu sering ditawarkan [hehehe&#8230;hari gini??mana ada yang mau??]</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Itu semua adalah ritual tahunan yang tidak pernah dilewatkan oleh semua warga indonesia. Tua muda, ibu bapak, kakek nenek, kaya miskin. Ada yang menikmati hadiah karena memenangkan lomba, ada juga yang hanya menikmati tontonan yang sangat menghibur. Atau, kita bisa menyaksikan pengibaran bendera merah putih di istana negara dari rumah tanpa harus berpanas-panas. Yang terakhir adalah ritual yang sudah hampir 25 kali aku lakukan tanpa pernah bosan. Ikut bangga menyaksikan pasukan pengibar bendera yang sudah dengan susah payah berlatih untuk mengibarkan bendera merah putih berhasil menjalankan tugasnya.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nah, sekarang nisfu sya&#8217;ban. Apa sih nisfu sya&#8217;ban itu?? Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya&#8217;ban adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya&#8217;ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya&#8217;ban atau tanggal 15 Sya&#8217;ban. Kata Sya&#8217;ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi&#8217;ab yang artinya jalan di atas gunung. Kata orang-orang tua sih [sok muda banget neh..jadi nggak enak..], malam Nisfu Sya&#8217;ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru. Jadi, Allah akan mulai mencatatkan takdir kita selama satu tahun kedepan. Apakah kita selama setahun kedepan akan bahagia, sedih, sehat atau sakit?? wallahu a&#8217;lam.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Banyak ritual yang dilakukan orang pada nis&#8217;fu sya&#8217;ban. Salah satunya adalah puasa selama 3 hari pada tanggal 13, 14 dan 15 sya&#8217;ban. Dan pada malam nisfu sya&#8217;bannya, ada yang mengaji surat yasin sebanyak 3 kali selain sholat tahajjud tentunya. Untuk apa sih?? Supaya Allah mencatatkan takdir kita diawali dengan hal yang baik. Ada 3 hal yang bisa kita minta yaitu,<br />
<blockquote>1. Ketetapan iman dan islam. Maksudnya supaya Iman kita tidak naik turun [kaya lift aja dey..]. Iman kita selalu naik dan kita tidak menyimpang dari ajaran islam.<br />2. Panjang umur sehat wal afiat supaya kita bisa terus beramal sholeh.<br />3. Rizki yang banyak, halal dan barokah.</blockquote>
</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini bertepatan dengan nisfu sya&#8217;ban. Ritual lomba 17 Agustusan sudah dimulai bahkan jauh sebelum tanggal 17 Agustus. Sedangkan hari jum&#8217;at, yang biasa menjalankan ritual nisfu sya&#8217;ban baru akan memulainya. Nah, bagi yang tidak biasa menjalankan ritual yang satu ini, kenapa tidak mulai mencoba? Seandainya semua umat islam di Indonesia melakukannya, bukan tidak mungkin Allah akan menakdirkan perubahan yang berarti pada negara kita ini. Ya paling tidak, kalau tiap individu yang melakukan ritual nisfu sya&#8217;ban memiliki keimanan yang baik dan tidak menyimpang dari ajaran islam, tidak akan ada lagi orang yang korupsi. Negara tidak semakin miskin, pendidikan menjadi murah dan negara semakin maju. Mari, kita coba. Untuk perubahan diri sendiri dan untuk perubahan Indonesia.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/12/ritual-17-agustusan-vs-ritual-nisfu-syaban/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>sastra Korea..</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/06/sastra-korea/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/06/sastra-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 04:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/06/sastra-korea/</guid>
		<description><![CDATA[	Sudah dua hari ini, aku baca&nbsp;kumpulan cerpen&nbsp;Korea. Judulnya &quot;Laut dan Kupu-kupu&quot;. Ini adalah&nbsp;buku sastra Korea pertama yg ku baca. Biasanya cuma membaca karya sastra&nbsp;penulis negeri sendiri seperti miliknya pramoedya.&nbsp;Kumpulan cerpen ini bertujuan untuk mengenalkan korea melalui karya sastra. Buku ini terdiri dari 12 cerpen yang mewakili perjalanan cerpen korea dari masa perang sampai abad ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Sudah dua hari ini, aku baca&nbsp;kumpulan cerpen&nbsp;Korea. Judulnya &quot;Laut dan Kupu-kupu&quot;. Ini adalah&nbsp;buku sastra Korea pertama yg ku baca. Biasanya cuma membaca karya sastra&nbsp;penulis negeri sendiri seperti miliknya pramoedya.&nbsp;Kumpulan cerpen ini bertujuan untuk mengenalkan korea melalui karya sastra. Buku ini terdiri dari 12 cerpen yang mewakili perjalanan cerpen korea dari masa perang sampai abad ke 21.</p>
	<p align="justify">Biasanya, untuk membaca buku kumpulan cerpen, aku cuma butuh sehari aja. Cuma, kali ini berbeda. Sudah 2 hari dan aku belum menyelesaikannya. Bahkan separuhnya pun belum. Aku agak sulit memahami isi ceritanya. Mungkin karna bahasanya&nbsp;nggak biasa [waduh&#8230;jd bingung juga, emang yg biasa gimana yah??hehehe&#8230;]. Tapi tetep&nbsp;aku baca terus ko. Walau membacanya harus berulang-ulang. Pokoknya harus paham neh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/08/06/sastra-korea/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>korban sinetron indonesia&#8230;</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/27/korban-sinetron-indonesia/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/27/korban-sinetron-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/27/korban-sinetron-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beberapa hari yang lalu, aku dan mama ngobrol sama ibu belakang rumah. Biasalah&#8230;namanya juga hidup bertetangga, boleh dung ngobrol-ngobrol. Kita lagi ngobrolin masakan, harga-harga yang makin mahal. Dari hal-hal yang penting, sampai yang nggak penting diomongin. Nggak lama, mbak menik [tatanggaku juga neh..] ikutan nimbrung.
	&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan semangat tapi penuh keprihatinan [gimana tuh???], dia cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beberapa hari yang lalu, aku dan mama ngobrol sama ibu belakang rumah. Biasalah&#8230;namanya juga hidup bertetangga, boleh dung ngobrol-ngobrol. Kita lagi ngobrolin masakan, harga-harga yang makin mahal. Dari hal-hal yang penting, sampai yang nggak penting diomongin. Nggak lama, mbak menik [tatanggaku juga neh..] ikutan nimbrung.</p>
	<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dengan semangat tapi penuh keprihatinan [gimana tuh???], dia cerita kalau baru aja mergokin 4 anak tetanggaku &quot;memalak&quot; anak seberang rel. Bukan cuma diambil uangnya oleh keempat anak tetanggaku itu, mereka berempat sempat mukulin anak yang dipalak itu. Masyaallah&#8230;.ko bisa yah anak-anak itu berbuat sampai seperti itu??. Akhirnya kita semua sepakat, bahwa sinetron-sinetron sekarang yang banyak adegan kekerasannyalah penyebabnya.</p>
	<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Datanglah mbak ninik, tetangga depan rumahku yang punya anak TK. Ikutan nimbrung karena tadi sempat melihat mbak menik marahin keempat anak itu dan mengancam diadukan ke orang tua masing-masing [setuju&#8230;setuju&#8230;]. Lalu mbak ninik cerita, katanya jangankan anak SD, anak TK yang sekolah bareng anaknya aja sudah pada pinter malak. Ckckckck&#8230;.gileee&#8230;..</p>
	<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Benar-benar memprihatinkan yah, anak seusia TK aja sudah punya mental preman. Gimana nanti kalau sudah besar?? Tapi semoga mereka semakin menjadi anak baik deh. Kan masa depan ada ditangan mereka juga. Untuk pemerintah kita nih, gimana kalau tayangan-tayangan yang nggak berguna dibumihanguskan aja??. Biar anak-anak kecil yang belom tau apa-apa, nggak meniru hal yang salah apa lagi sampai mempraktekkannya. Ada yang setuju pendapat aku?? </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/27/korban-sinetron-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>pasfOto&#8230;.</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/13/pasfoto/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/13/pasfoto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 05:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/13/pasfoto/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sabtu lalu, aku menyerahkan laporan skripsi yang sudah di jilid ke bagian BAAK. Eh, karyawan BAAK yang ngurusin foto untuk ijasah nyuruh aku ganti pasfoto yang sudah aku kasihkan beberapa hari sebelumnya. Katanya sih terlalu banyak senyum, kan sayang kalau mau di buat foto ijasah. Padahal, menurut aku fotonya sudah bagus. Senyum kan karna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sabtu lalu, aku menyerahkan laporan skripsi yang sudah di jilid ke bagian BAAK. Eh, karyawan BAAK yang ngurusin foto untuk ijasah nyuruh aku ganti pasfoto yang sudah aku kasihkan beberapa hari sebelumnya. Katanya sih terlalu banyak senyum, kan sayang kalau mau di buat foto ijasah. Padahal, menurut aku fotonya sudah bagus. Senyum kan karna aku seneng banget sudah lulus kuliah. Yah..mau gimana lagi, dari pada gak dapet ijasah. </p>
	<p><img width="166" height="251" border="0" src="http://farm4.static.flickr.com/3034/2488945078_026842dd41.jpg?v=0" />&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <img width="167" height="251" border="0" src="http://farm3.static.flickr.com/2295/2488135127_b44658d79b.jpg?v=0" /> </p>
	<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nah, ini dia foto yang terlalu senyum dan foto yang akan aku serahkan lagi ke bagian BAAK kampus. Kalau mamaku sih juga lebih seneng sama foto yang terlalu senyum itu, katanya aku jadi kelihatan gemuk dan gak judes&nbsp;<img border="0" src="http://nidaarifin.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/tongue.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />. Tapi harus diganti neh, yah nurut aja lah.&nbsp; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/05/13/pasfoto/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya&#8230;&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/04/11/akhirnya/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/04/11/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 14:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/04/11/akhirnya/</guid>
		<description><![CDATA[	Tadi siang aku ujian skripsi. Jam 13.30 masuk ruang ujian [molor 30 menit], jam 14.35 aku keluar ruang ujian. Lalu&#8230;..Lulus. Alhamdulillah&#8230;&#8230;.. Wah&#8230;senengnya&#8230;..Menghaturkan banyak terimakasih kepada Orang tua dan keluarga [kak nana, lia, zahwa, mbah kakung, mbah putri, paman, bulek, de el el&#8230;] yang nggak hentinya mendoakan dan memotivasi agar cepat lulus. Ribuan terimakasih untuk Keluarga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Tadi siang aku ujian skripsi. Jam 13.30 masuk ruang ujian [molor 30 menit], jam 14.35 aku keluar ruang ujian. Lalu&#8230;..Lulus. Alhamdulillah&#8230;&#8230;.. Wah&#8230;senengnya&#8230;..Menghaturkan banyak terimakasih kepada Orang tua dan keluarga [kak nana, lia, zahwa, mbah kakung, mbah putri, paman, bulek, de el el&#8230;] yang nggak hentinya mendoakan dan memotivasi agar cepat lulus. Ribuan terimakasih untuk Keluarga besar Pondok Modern Gontor [khususnya Ust Ma&#8217;ruf], Keluarga besar Pondok Al-amien Prenduan Madura [Kyai Idris, Nyai Zahroh, Nyai Anis, Ust Tidjani, Ust Dani]. </p>
	<p align="justify">Terimakasih juga untuk dosen pembimbing, Pak Henry dan Pak Yerry yang telah membimbing dengan ikhlas. Demikian juga untuk dosen penguji, Pak Rosyid [matur nuwun atas sarannya pak&#8230;] dan Pak Hari. Whidha [nenek] Yunis Dian [syukron yah&#8230;atas seeemuanya&#8230;], Hanan, Singgih, Mas Ikal, wawan, zanu [jangan nyerah ma TAmu yee..], suwun yah atas bantuannya. Temen-temen yang baru lulus zin, yoga, adyt, zul, rano, dimas, yusi, norma [eh&#8230;masih besok, tapi aku yakin kamu lulus say&#8230;], ternyata&#8230;kita BISA&#8230;</p>
	<p align="justify">Untuk temen-temen yang sudah lulus duluan, yudi, taufik, mas agusB, tri, makasih juga doa dan semangatnya. Yang segera menyusul, solie, musmaini, ike, agusP, angga, bejo, tinus, hasyim dan indra, ayo&#8230;buruan, kalian juga BISA ko!!! Temen-temen chatting [aduh&#8230;bnyk nih, jd ga bisa di sebutin smua&#8230;], temen-temen pondok [iyang, fitri, ipeh de el el&#8230;], temen SD nun jauh di sana&#8230;makasih..makasih&#8230;.Sekali lagi, terimakasih atas semua dukungan, doa dan motivasi dari semuanya. [buat yang nggak kesebut, maaf yah&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/04/11/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>gaya &#8220;hOle in d walL&#8221;</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/06/gaya-hole-in-d-wall/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/06/gaya-hole-in-d-wall/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 06:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/06/gaya-hole-in-d-wall/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;  &nbsp; 
	Sebenarnya, foto-foto ini sudah lumayan lama. Kalau nggak salah, sehabis ujian semester. Jadi, waktu itu, aku, ike dan norma habis ujian. Waktu ujian, mati lampu jadi kita ngerjain ujian semampunya deh [mang biasanya gimana??hehehe&#8230;]. Nah, selesai ujian, aku ke kosan norma. Nggak taunya, norma sudah di tunggu musmaini dan mbak khodijah untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width="200" height="150" border="0" src="http://farm3.static.flickr.com/2157/2309512727_8032f14928.jpg?v=0" />&nbsp;  <img width="200" height="150" border="0" src="http://farm3.static.flickr.com/2251/2310317612_5067ed7884.jpg?v=0" />&nbsp; <img width="200" height="150" border="0" src="http://farm4.static.flickr.com/3038/2310317368_38340e59bc.jpg?v=0" /></p>
	<p align="justify">Sebenarnya, foto-foto ini sudah lumayan lama. Kalau nggak salah, sehabis ujian semester. Jadi, waktu itu, aku, ike dan norma habis ujian. Waktu ujian, mati lampu jadi kita ngerjain ujian semampunya deh [mang biasanya gimana??hehehe&#8230;]. Nah, selesai ujian, aku ke kosan norma. Nggak taunya, norma sudah di tunggu musmaini dan mbak khodijah untuk pergi ke playground di samping matos. Nganterin ponakan mbak khodijah yang kebetulan lagi liburan.</p>
	<p align="justify">Tadinya, aku mau langsung pulang aja, tapi yang lain protes. Ya sudah lah, dari pada nganggur juga di rumah, akhirnya aku ikut. Sebelumnya aku pulang dulu ngambil kamera sama ike. Yang lain naik angkot jadi langsung ketemu di sana. Di jalan, aku sama ike kehujanan. Jadi kita terlambat sampai sana. Untungnya playground belum tutup.&nbsp;</p>
	<p>Di playground, ternyata ada tembok yang di bentuk lucu-lucu. Macam &quot;hole in the wall&quot;nya rcti [yang suka nonton kuis pasti tau niy..]. Akhirnya, aku, ike, norma dan musmaini ambil posisi yang oke untuk foto-foto [lagian nggak ada permainan lain, nggak mungkin dung kita ikutan mandi di kolam anak-anak..hihihi..]. Selain itu, kita foto-foto di taman bermainnya. Lumayan seru juga&#8230;&nbsp; </p>
	<p><img width="200" height="150" border="0" src="http://farm3.static.flickr.com/2350/2309514551_64898743fe.jpg?v=0" />&nbsp; <img width="200" height="150" border="0" src="http://farm4.static.flickr.com/3139/2310318828_72d8217754.jpg?v=0" />&nbsp;  <img width="200" height="150" border="0" src="http://farm4.static.flickr.com/3105/2309513643_8444d787e1.jpg?v=0" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/06/gaya-hole-in-d-wall/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>kangen banget deh&#8230;.</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/04/kangen-banget-deh/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/04/kangen-banget-deh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 08:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>cerita2...</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/04/kangen-banget-deh/</guid>
		<description><![CDATA[	Ternyata&#8230;sudah lama banget aku nggak nulis. Tau niy ngapain aja sampai nggak menyempatkan diri tuk nulis. Padahal bulan lalu kan liburan kuliah, tapi kok ya..sampai nggak ada satu pun tulisan yang muncul. Payah dan kebangetan banget deh&#8230;
	Sebenarnya bukan karena kehabisan ide nulis, atau nggak punya cerita menarik yang bisa di ceritain. Justru banyak hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Ternyata&#8230;sudah lama banget aku nggak nulis. Tau niy ngapain aja sampai nggak menyempatkan diri tuk nulis. Padahal bulan lalu kan liburan kuliah, tapi kok ya..sampai nggak ada satu pun tulisan yang muncul. Payah dan kebangetan banget deh&#8230;</p>
	<p align="justify">Sebenarnya bukan karena kehabisan ide nulis, atau nggak punya cerita menarik yang bisa di ceritain. Justru banyak hal yang bisa aku ceritakan, dari mulai ujian semesterku, sampai lembur ngeprint raport di SMA singosari sampai jam 1 malam. Tapi yah&#8230;gitu dey, malesnya di turutin jadi tulisan nggak kelar-kelar.&nbsp; &nbsp;</p>
	<p align="justify">Tapi sekarang mau mulai nulis lagi ah, udah kangen banget sama nulis. Apalagi ini berhubungan dengan cita-citaku sendiri. Yah, walau mungkin nggak bisa sebanyak dulu lagi, namanya juga baru mulai lagi. Dari pada kosong blong nih blog. Yang penting SEMANGAT dulu lah&#8230;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/03/04/kangen-banget-deh/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>halo&#8230;bian&#8230;</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/06/halobian/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/06/halobian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 08:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>cerita2...</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/06/halobian/</guid>
		<description><![CDATA[	Akhir desember kemarin, aku dapet ponakan baru nih. Anak ke dua dari sepupuku. Anak pertamanya laki-laki, dan sekarang dapet laki-laki lagi.&nbsp;Kalau ada anggota keluarga baru, aku paling suka nyumbang nama.&nbsp;Nama anak pertamanya, juga dari sumbanganku [hehehe&#8230;sumbangan coba..]. Waktu itu aku nyumbang nama &quot;raihan&quot; yang artinya&nbsp;wangi surga. So, nama panjangnya raihan brevial haq. Keren kan???
	Makanya, waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Akhir desember kemarin, aku dapet ponakan baru nih. Anak ke dua dari sepupuku. Anak pertamanya laki-laki, dan sekarang dapet laki-laki lagi.&nbsp;Kalau ada anggota keluarga baru, aku paling suka nyumbang nama.&nbsp;Nama anak pertamanya, juga dari sumbanganku [hehehe&#8230;sumbangan coba..]. Waktu itu aku nyumbang nama &quot;raihan&quot; yang artinya&nbsp;wangi surga. So, nama panjangnya raihan brevial haq. Keren kan???</p>
	<p>Makanya, waktu tau istri sepupuku itu sudah melahirkan, aku, kak nana dan whidha nggak buang-buang waktu untuk mencari nama. Cari di buku, sampai di kamus. Akhirnya ketemu lah nama yang kira-kira cocok. Fahri Yukitaro el Kanza. Fahri artinya kebanggaan, yukitaro artinya berani dan kanza artinya piala. Maksudnya sih, biar itu anak menjadi pemberani dan seperti piala yang bisa menjadi kebanggaan keluarga. Aku sms ke sepupuku. Katanya sih bagus, tapi dia juga masih nunggu sumbangan nama lain.</p>
	<p>Beberapa hari lalu, aku baru bisa nengok anaknya sama papa, mama dan kak nana. Aduh, anaknya cakep banget. Imut dan nggak rewel. Waktu ke sana, bayinya lagi tidur. Pules banget. Pengennya aku gangguin gitu deh, biar bangun. Tapi nggak tega. Oya, bayinya di kasih nama Bianveneida Madiva Kanza. Sayangnya, aku kemarin lupa menanyakan arti namanya. Tapi pasti artinya bangus, kan nama adalah do&#8217;a. Selamat datang bian&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/06/halobian/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>2008</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/02/2008/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/02/2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 07:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>coretanku</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/02/2008/</guid>
		<description><![CDATA[	Tepat tanggal 1 kemarin, aku dapat beberapa sms dari teman-teman. Yah, mereka mengucapkan selamat tahun baru. Atau sekedar memberi tau kegiatan malam tahun baru mereka. Ada yang ngumpul sama teman-teman, nonton tv [kaya aku..], dan tidur. Bahkan ada yang sms menanyakan keberadaan sahabatku [nggak nyambung deh&#8230;].
	

Wishing you: 12 months of happines, 48 weeks of joys, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Tepat tanggal 1 kemarin, aku dapat beberapa sms dari teman-teman. Yah, mereka mengucapkan selamat tahun baru. Atau sekedar memberi tau kegiatan malam tahun baru mereka. Ada yang ngumpul sama teman-teman, nonton tv [kaya aku..<img border="0" src="http://nidaarifin.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/smile.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />], dan tidur. Bahkan ada yang sms menanyakan keberadaan sahabatku [nggak nyambung deh&#8230;].</p>
	<div align="justify">
<blockquote>
<p>Wishing you: 12 months of happines, 48 weeks of joys, 365 days of laughs, 8760 hours of success, 525600 minutes of hopes and 31536000 seconds of lucks. Happy new year&#8230;. [sms dari titis..]&nbsp;  </p>
</blockquote>
</div>
	<p align="justify">Ok deh, untuk semua, aku ucapkan juga &#8216;met tahun baru&#8217;. Semoga kedepan, kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Lebih bijaksana menyikapi hidup. Dapat meraih cita-cita. Sukses dan selalu sehat. Makin mendekatkan diri sama sang Kholik dan selalu dalam lindungannya. Amien..ya rabb&#8230;Ayo semangat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2008/01/02/2008/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Idul adhaku dulu dan kini..</title>
		<link>http://nidaarifin.blogsome.com/2007/12/26/idul-adhaku-dulu-dan-kini/</link>
		<comments>http://nidaarifin.blogsome.com/2007/12/26/idul-adhaku-dulu-dan-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 06:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nidaarifin</dc:creator>
		
	<category>cerita2...</category>
		<guid>http://nidaarifin.blogsome.com/2007/12/26/idul-adhaku-dulu-dan-kini/</guid>
		<description><![CDATA[	Idul adha baru seminggu berlalu, dan tidak terasa kita sudah memasuki minggu terakhir bulan desember atau minggu terakhir sebelum tutup tahun. Pastinya banyak hal yang sudah kita lalui. Nggak terasa waktu cepet berlalu. Masih segar dalam ingatan kejadian-kejadian saat idul adha tahun-tahun sebelumnya. Dan ini membuat aku banyak bersyukur karena masih bisa melewati satu idul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify">Idul adha baru seminggu berlalu, dan tidak terasa kita sudah memasuki minggu terakhir bulan desember atau minggu terakhir sebelum tutup tahun. Pastinya banyak hal yang sudah kita lalui. Nggak terasa waktu cepet berlalu. Masih segar dalam ingatan kejadian-kejadian saat idul adha tahun-tahun sebelumnya. Dan ini membuat aku banyak bersyukur karena masih bisa melewati satu idul adha lagi.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Saat umurku belum menginjak 5 tahun, orang tuaku pindah ke Jakarta. Mengontrak di daerah pejaten timur, pasar minggu. Rumah kontrakanku waktu itu dekat dengan sebuah madrasah, namanya Pesantren As-Syifa. Aku mulai masuk As-syifa ketika sudah masuk SD. Seingat aku, mama juga mengajar di As-syifa sehingga aku jadi sangat dekat dengan para pengajar [ustadz] yang kebanyakan masih bujangan. </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Nah, waktu idul adha sudah pasti As-syifa ramai banget. Setelah sholat id di lapangan yang nggak jauh dari rumah, semua warga sekitar yang tinggal dekat as-syifa berkumpul untuk membantu pemotongan hewan kurban. Bahkan santri As-syifa berdatangan, ikut-ikutan sibuk [maksudnya, sibuk sendiri he..]. Selesai memotong kurban, kita makan-makan dengan ustadz di rumahku atau di rumah ketua yayasan as-syifa, Pak zamzam [ayah dari sahabatku]. Lalu, aku sekeluarga pindah ke rumah sendiri. Tapi jaraknya nggak jauh dari As-syifa sehingga setiap idul adha, aku masih bisa melihat pemotongan kurban di sana.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Kelas 5 SD, papa ditugaskan menjadi konsultan di Dompu, NTB. Mama, kak nana, aku dan lia masih di Jakarta. Kontaknya sih cuma 1 tahun, tapi kalau membawa keluarga menjadi 3,5 tahun. Sekitar 2 bulan di Dompu, papa merayu kami untuk ikut ke sana dengan iming-imingan naik pesawat. Cuma mama yang nggak tertarik mendengar tawaran papa, jadi tapi kita semua membantu papa untuk merayu mama. Akhirnya mama nyerah dan kami semua nyusul papa. Jadi, kita merasakan lingkungan baru, rumah baru, sekolah baru, dan otomatis suasana idul adha yang baru.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Menurutku, idul adha disana lebih rame dari pada idul fitri. Semua orang bersemangat untuk ikut takbiran dan silaturahmi saat idul adha. Kita semua holat id di lapangan depan kantor bupati. Berangkat dari rumah bersama beberapa karyawan papa. Habis sholat, potong kambing di kantor lalu makan-makan di rumah. Hampir seluruh karyawan papa datang baik untuk membantu potong kambing atau makan-makan. Makanannya pun nggak cuma daging kambing aja, tapi ada udang, rajungan dan ikan. Maklumlah, segala jenis ikan di Dompu sangat murah. Jadi kebayang dong gimana ramenya.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Lulus SD, aku merayakan idul adha di Pondok. Pertama kali ikut sholat id di pondok, sedih banget nggak bisa bareng keluarga. Papa dan mama pun nggak bisa datang jenguk aku dan kakak karena sedang menunaikan ibadah haji. Malam takbiran, seluruh santri takbiran keliling pondok dan kumpul di masjid. Setelah takbiran sebentar di masjid, lalu tiap asrama dibagi untuk takbir bergiliran. Paling nggak enak dapat giliran tengah malam. Baru tidur sebentar, sudah harus bangun untuk takbiran. Walhasil, di masjid bukannya takbiran tapi meneruskan tidur hehe..</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Paginya, kita cepat-cepat bangun untuk mandi, bersih-bersih kamar atau sekitar asrama dan juga siap-siap sholat id. Suasananya rame banget karna sholat id bukan hanya untuk santri, tapi dibuka untuk umum. Setelah sholat, kita bisa melihat pemotongan puluhan hewan kurban yang dilakukan ustadz. Sedangkan Ustadzah dan kelas 6 yang ditugaskan untuk menguliti, memotong-motong, menimbang dan membagikan daging. Ada juga yang kebagian membersihkan jeroan hewan kurban di sungai dekat pondok.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Selama 6 tahun mondok, kelas 6 adalah idul adha yang paling berkesan. Yah, aku dan temen-temen seangkatanlah yang membantu proses pemotongan hewan kurban. Aku kebagian tugas untuk memotong daging yang sudah dikuliti [untung nggak disuruh megangin hewan yang mau di sembeleh hiy&#8230;]. Darah yang masih banyak di daging membuat aku nggak kuat lama-lama memotongnya. Aku pindah ke bagian penimbangan [enakkan???curang sih he..].</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Siang, acara pemotongan di hentikan. Karena masih ada beberapa hewan yang belum di sembelih, maka dilanjutkan keesokan harinya. Sorenya, aku kekamar teman. Kaget juga ngeliat dia lagi nyate apalagi nyate dengan cara ajaib. Gimana nggak ajaib, lah itu sate dibakar di atas setrikaan [eits..strika areng lah..]. Lagi pula, nggak tau gimana cara dia bisa menyelundupkan daging. Tapi, aku ikutan makan juga sih, kapan lagi bisa nyate bareng temen-temen [jangan di tiru nih..].</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Lulus pondok, aku pindah ke malang. Aku merayakan idul adha lagi bareng keluarga. Dua tahun lalu, aku cari hewan kurban sampai di Batu. Dapat 2 kambing. Karena nggak punya kendaraan lain, maka di masukkan bagasi mobil. Lucunya ketika di jalan, kambingnya berdiri sampai tutup bagasi kebuka. Untungnya nggak sampai kabur tuh kambing. Walau, sempat jadi tontonan orang-orang dipinggir jalan.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Paling berkesan adalah idul adha tahun lalu yang jatuh pada 31 Desember. Aku harus merayakan idul adha sendiri. Papa, mama dan zahwa ke Dompu sedangkan lia masuk pondok dan kak nana di jakarta. Walhasil, aku di malang ditemani sahabatku, Whidha. Papa ninggalin uang untuk beli kambing. Karena aku nggak berpengalaman beli, aku nitip ke tetangga. </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Sehabis sholat id, tetanggaku manggil aku untuk melihat pemotongan kurban tapi aku memilih nemenin whidha yang kebetulan lagi kurang sehat. Akhirnya, aku cuma nonton TV aja di rumah. Bosen sih, tapi mau gimana lagi. Nggak taunya aku dan whidha tertidur di depan TV dan bangun-bangun, sudah ada sate dan gule tersedia di meja makan lengkap dengan nasi dan sambal. Wah, tetanggaku memang baik banget deh. Kita tinggal makan aja. </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Banyak hal yang terjadi selama idul adha yang harus aku syukuri. Dari idul adhaku dulu sampai yang sekarang. Idul adha di berbagai tempat yang berbeda menjadikan aku kaya pengalaman [sok tua nih hehe&#8230;]. Idul adha juga mengajarkan aku untuk berbagi, dengan siapa saja. Apa lagi saat idul adha di pondok. Kadang, aku sangat merindukan suasana idul adha di pondok. Tapi aku nggak mungkin balik ke masa lalu. Harapanku, semoga suatu saat, aku bisa membeli kurban dengan hasil jerih payahku sendiri. Amien&#8230;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nidaarifin.blogsome.com/2007/12/26/idul-adhaku-dulu-dan-kini/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
