cerita2...October 11, 2007 3:20 pm

Tidak terasa, sudah saatnya mudik nih. Tahun lalu, kami mudik ke Jember. Perjalanan dari malang ke jember cuma sekitar 3 jam saja. Yang aku ingat saat mudik tahun lalu, begitu sampai di jember, kami sekeluarga langsung menuju rumah sakit. Bukan karena salah satu anggota keluarga tertimpa musibah, tapi sepupuku akan melahirkan anak pertamanya. Di rumah sakit, aku, kakak dan adik-adik cuma bisa berdoa semoga persalinannya lancar. Ini keponakan pertama kami dari keluarga papa. Sedangkan papa dan mama sibuk memberi masukan pada sepupuku itu.

Karena tidak kunjung melahirkan juga [yaiyalah….lah wong baru bukaan 2], akhirnya kami menuju rumah mbah untuk beristirahat. Tidak lama, kami mendapat kabar dari mumah sakit kalau sepupu kami sudah melahirkan. Anaknya laki-laki dan di beri nama ammar. Sekarang, ammar sudah tambah gendut dan makannya banyak. Oiya, kalau di jember, kami tidak lupa main ke pantai karena letaknya tidak jauh dari rumah mbah. Pantainya indah, berpasir putih. Atau main di bukit depan rumah mbah dan juga ke alun-alun jember yang ramainya minta ampun.

Tahun ini, aku sekeluarga mudik ke Ngawi. Sebuah kabupaten yang terletak di perbatasan jawa timur dan jawa tengah. Karena rumah mbah ngawi terletak di desa, otomatis juah dari keramaian. Saat takbiran sering mati lampu jadi tambah sepi. Untuk menyiasatinya, sebelum berangkat, aku dan adikku membeli bermacam-macam kembang api. Tadinya mau beli mercon juga, tapi di desa mbah, banyak orang yang sudah membuat mercon sendiri.

Dalam perjalanan, kami lebih banyak tidur. Perjalanannya sendiri bisa di bilang lancar, walaupun banyak pemudik lain. Jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat kami masih bermukim di jakarta. Berangkat satu hari sebelum lebaran. Hasilnya kami terkena macet bersama ribuan pemudik lainnya. Belum lagi, mobil yang mogok di jalan [melaz amir…]. Jadinya, kami harus menghabiskan waktu takbiran di jalan.

Banyak banget kan kenangan mudiknya??. Semoga lebaran kali ini juga banyak hal yang terjadi. Biarpun capek dalam perjalanan [yang capek mah cuma papa aja yang nyupir hehe…], tetap saja mudik adalah saat yang di tunggu-tunggu. Met mudik semua…  

cerita2...September 29, 2007 1:06 am

Yup, akhirnya sekelas jadi juga buka bersama. Seharusnya minggu lalu, tapi ayah dari salah seorang teman sekelas meninggal, jadi tidak mungkin langsung diadakan. Lagi pula, teman-teman harus melayat ke sana dan aku harus ke ngawi. Hari rabu, aku sudah terima uang dari urunan teman-teman. Aku juga bilang ke mereka supaya datang kamis pagi untuk membersihkan tempat buka bersama yaitu kantor di samping rumah. Kantor memang harus di bersihkan, karena debunya sudah kelewat tebal sedangkan dua penghuni kantor yang cantik pada sibuk [hehe..alasan aja nih..]. 

Kamis pagi sekitar jam 6, aku sama mama sudah berangkat ke pasar. Sebelum ke pasar, aku  mengingatkan teman-teman lagi untuk datang jam 7. Pulang dari pasar, hanya whidha yang sudah menunjukkan batang hidungnyaemoticon. Jadi, mama, aku, kakakku dan whidha yang mengolah masakan. Tak lama, datanglah nova dan ibunya. Niat ibunya sih, mau membantu, tapi nova malah membuat kericuhan. Maksudnya, semuanya jadi ninggalin masak dan memilih gendong si nova yang gemesin.

Sekitar jam 9, barulah norma dan hanan datang. Norma langsung aku suruh bantu masak, sedangkan hanan, aku suruh nyapu. Ternyata hasil nyapunya bersih juga, mungkin takut punya istri yang brewokan hehe. Jam 10, datang lagi bala bantuan. Yudi dan tri. Tanpa buang-buang waktu, aku sediakan kain pel dan aku suruh yudi ngepel. Sedangkan tri, aku beri tugas membersihkan kamar mandi. Ternyata, cara yudi ngepel tidak biasa [menurutku sih..], air di tumpah ke lantai baru kain pel digunakan untuk mengeringkannya. Terpaksa, aku turun tangan.

Tak lama, kantor bersih dari segala macam debu. Hasilnya tidak mengecewakan. Salut banget sama mereka, ternyata mereka berbakat juga. Lalu mereka main sama nova. Tapi tidak lama, tri dan hanan berangkan ke stiki karna ada urusan. Yudi juga sudah akan pulang, tapi aku suruh menghaluskan kentang yang sudah di goreng ike [oiya…ike juga ada yah..]. Setelah halus semua, di bentuk menjadi perkedel dan lagi-lagi yudi yang menggorengnya [ternyata banyak juga kerjaan dia…]. Ketika tri dan hanan datang lagi, aku suruh juga menghaluskan cabe untuk sambal. Pokoknya, acara masak-memasak  sama teman-teman sangat menyenangkan. Mungkin karena sambil bercanda, ngobrol dan main sama nova. Saking capek main sama teman-teman, nova sampai tidur di pangkuanku.

Sorenya, makanan sudah matang semua. Tinggal menyajikan. Tidak di sangka, datang tamu yang tak di undang [hehe…bahasanya nggak enak banget ni..], tapi membuat aku dan whidha seneng banget. Gimana tidak, lah yang datang adalah teman-teman pondok. Elya, titis, toipeh, hani, dan lely. Tapi, acara temu kangennya di tunda, karena aku dan whidha masih harus menyiapkan makanan berbuka untuk teman-teman kampus yang baru datang rombongan.

Akhirnya, waktu berbuka datang juga. Dengan membaca bismillah, kita semua menyantap kolak pisang dan kacang hijau. Tidak ada suara yang terdengar. Semua khusyuk dengan gelasnya masing-masing. Setelah selesai makan kolak, baru terdengar canda tawa dari teman-teman. Tidak lama sih, lalu kita semua bersiap sholat. Selesai sholat, makan malam dihidangkan. Soto, ayam, perkedel, tempe dan tak lupa sambal [sederhana sih, tapi enyaaakkk…]. Bukannya langsung makan, hidangan malah di liatin saja. Kayaknya mereka sungkan [aduh guys…hari gini sungkan???…]. Tanpa pikir panjang, aku maju ngambil piring, untungnya mereka langsung mengikuti [kalau tidak, malu dech gue…].

Selesai makan, acara cuci piring tidak bisa di hindari. Tapi titis dan elya sudah menempati pos mencuci [asiikk..emoticon]. Maka, aku membungkuskan makanan untuk tema-teman yang ngekos. Setelah teman kampus pulang, tinggal lah teman-teman pondok. Baru kita bisa melepas kangen. Tapi tidak lama, mereka pulang juga. Semoga tahun depan bisa bertemu ramadhon kembali dan tentunya membuat acara buka bersama lagi yang lebih seru dan menyenangkan.

cerita2...September 28, 2007 11:40 pm

Biasanya, bulan puasa bawaannya males terus. Pinginnya tidur saja. Untuk menghindarinya, sebisa mungkin cari kegiatan lain. Yang pastinya, kegiatan yang berguna, itung-itung nambah pahala [yee…]. Contohnya tadarusan. Sudah sekitar 4 th ini, aku sekeluarga tadarus bareng setiap pagi. Mulai sehabis subuh sampai jam 6. Karena bareng-bareng, sekarang sudah sampai jus 22, jadi sebelum akhir puasa bisa khatam lagi. Memasuki akhir bulan [biasanya mulai 10 hr terakhir], sekeluarga membaca surat yasin sebanyak 41 kali.

Tahun ini, aku juga mulai ngajar lagi [belajar bareng ding…]. Belum lama sih, baru 3 minggu. Ngajar anak panti yang kebetulan dekat dengan rumah. Kalau dulu ngajar anak SD, sekarang beragam. Dari yang MI sampai Aliyah. Apa lagi yah?? Oya, baca buku [kalau baca buku mah, memang kegiatan dari dulu] dan nulis.  Sekarang, baca buku bukan sekedar untuk diri sendiri. Setelah di baca, masukkan di blog ini. Tapi, baru beberapa yang aku masukkan. Mungkin karena masih belajar nulis, jadi kadang bingung mau mulai dari mana.

Chat sama temen-temen [pakai cela-celaan, kira-kira dosa ga??…] sambil ngisi blog atau belajar. Belajar apa saja dey, yang penting tidak bengong atau molor terus. Dan yang paling penting, mempersiapkan hidangan buka puasa [niat amat dech..]. Untuk keluarga atau buka bersama dengan teman-teman sekelas. Kebetulan, tahun ini, aku yang jadi tuan rumah [cerita serunya, ada di postingan selanjutnya yah…]. Memang kegiatan aku ini biasa banget, tapi aku berharap bisa melakukannya lagi tahun depan [amin..]. Dengan catatan, harus menambah lagi kegiatan yang lain. Kan, hari esok harus lebih baik dari pada hari sebelumnya. Apalagi tahun depan. Betul tidak???emoticon      

cerita2...September 25, 2007 1:26 am

Aku bukannya akan menceritakan sahabatku yang biasa aku panggil nenek. Tapi ini cerita tentang seorang nenek [benar-benar sudah tua loh…] yang aku temui di salah satu angkot. Tepatnya kemarin sore, aku dan sahabatku [yg aku panggil nenek hehehe…] dalam perjalanan dari karanglo ke singosari. Angkotnya waktu itu tidak terlalu penuh, sehingga supir masih berhenti lama untuk menunggu penumpang lain. Dalam angkot ada seorang anak kecil dan ibunya, seorang nenek di pojok kiri, sedangkan aku dan sahabatku, duduk di sebelah kanan.

Diluar angkot, kernet masih saja mencari penumpang. Sambil menunggu angkot penuh, aku dan sahabatku ngobrol. Ngobrolin apa saja yang penting bisa nyambung dan ketawa. Tanpa memperhatikan, sang nenek yang duduk di pojok kiri, sedang bingung mencari sesuatu. Bergantian membuka kantong bajunya, atau tas karung yang di bawanya. Tapi sepertinya, barang yang di cari tidak ketemu juga. Lama-lama penasaran juga, kira-kira nenek ini lagi nyari apa ya?? batinku. Tapi tiba-tiba, nenek ini teriak, "mas, iku dompetku!!". Nenek itu turun dari angkot untuk mengambil dompetnya yang diketemukan kernet.

Ternyata nenek tadi kehilangan dompetnya. Begitu kembali duduk di angkot, tak henti-hentinya sang nenek mengucap syukur. Katanya, uang di dompetnya sekitar 40ribu. Tapi menurut aku, uang itu pastilah cukup banyak bagi nenek itu dan cukup untuk belanja beberapa hari. Karena, dari penampilannya [memang sih, penampilan bisa menipu], nenek itu bisa di katakan kurang mampu. Apa lagi melihat kepanikan nenek mencari dompetnya, pastinya uang itu sangat dibutuhkan [emang ada yang ga butuh duit??hehehe…]. Dalam hati aku ikut bersyukur untuk nenek tersebut. Memang, kalau sudah rizqinya, tidak mungkin kemana-mana.   

cerita2...September 12, 2007 11:57 pm

Selama di ngawi, khususnya di pondok, banyak sekali hal yang terjadi. Aku bertemu dengan dua orang teman lama. Dwi dan marcelly yang masih mengajar di pondok. Cerita-cerita seru mengalir begitu saja tanpa ada habisnya. Dari cerita kenangan ketika masih mondok, sampai cerita tentang kabar teman-teman yang lain. Ternyata ada beberapa orang temanku yang baru saja menikah. Aku juga mengunjungi seorang teman yang kebetulan sekali baru melahirkan anak pertamanya. Anaknya seorang perempuan yang cantik dan sehat. Dani, temanku yang baru melahirkan itu, banyak bercerita pengalamannya melahirkan yang membuat aku sedikit takut. Pasca melahirkan, berat badannya langsung susut 10 kg. Pantas saja, badannya sudah terlihat seperti dulu.

Yang lucu adalah ketika aku dan whidha diajak dwi makan bakso di pasar mantingan yang tidak jauh dari pondok. Masalahnya, kita berangkat terlalu sore sehingga tidak banyak kendaraan kecil yang lewat. Setelah menunggu lama, akhirnya kendaraan yang biasa digunakan datang. karena sangat penuh, kita tetap nekad dan naik bersama dengan murid-murid SMP yang baru saja pulang sekolah. Selama perjalanan, kita berdiri di depan pintu sambil berpegangan dan berdoa semoga tidak jatuh. Bis kecil ini berjalan lambat dan goyang kesana kemari, mungkin karena beban yang terlalu banyak dan ketika ada pemumpang turun, mau tidak mau kita juga harus turun. 15 menit kemudian, kita sampai. Badan kita terasa lemas, gemetaran tapi tidak tau kenapa, kita malah tertawa mengingat kejadian lucu dan menegangkan diatas bis.

Setelah makan bakso, masalah lain pun datang. Memang baru jam 5 sore, namun tukang ojek mengatakan bis kecil sudah tidak ada yang lewat jadi kita disuruh ngojek sampai pondok. Tapi kita tetap menunggu sambil dan berharap bis kecil datang. 15 menit berlalu, dan yang lewat hanyalah bis-bis besar antar kota. Jujur saja, kita sudah agak panik, takut kemalaman sampai pondok. kita pun sepakat menunggu 5 menit lagi atau pulang naik becak. Memang aneh karena kita malah memilih menggunakan becak. Mending kemalaman di jalan naik becak tapi rame-rame dari pada naik ojek sendiri-sendiri.

5 menit berlalu dan bis yang kita tunggu tidak kunjung datang. kita sudah mau naik becak ketika ada bis besar yang biasa anak-anak pondok gunakan untuk keluar kota terlihat dari jauh. kita serentak menghentikan bis, berharap bis itu mau mengantar kita sampai pondok. Akhirnya, kernet bis tadi menaikkan kita tapi kondekturnya agak marah karena kita penumpang jarak yang sangat dekat. kita kasih senyuman yang paling manis untuk sang kondektur supaya tidak diturunkan ditengah jalan, dan berhasil. Hanya dalam watu 5 menit saja, kita sudah sampai depan pondok. Sebelum turun dari bis, kita berterima kasih sama supir, kernet dan kondetur. Dan lagi-lagi, saat sudah turun, kita tertawa lebar.

cerita2...September 10, 2007 8:34 am

Tidak terasa sudah hampir sebulan ini aku tidak nulis. Jangankan nulis, online saja baru seminggu ini aku mulai aktif lagi. Semua berawal ketika pada tanggal 15 agustus lalu, aku sama whidha harus ke pondok. Selain membantu adikku zahwa belajar guna mengikuti ujian masuk di pondok, kita berdua akan melakukan survei di pondok untuk bahan skripsi.

Rencana awal, aku dan whidha hanya tinggal paling lama seminggu. Ternyata, zahwa minta di tunggu sampai pengumuman kelulusan yaitu tanggal 30 agustus. Akhirnya aku turuti, karena tidak tega dan dia masih tidak betah di pondok. Hampir setiap hari mengangis dengan alasan kangen sama papa dan mama. Mana kalau sudah menangis, seperti kran bocor. 

Akhirnya, whidha pulang ke malang sendiri sedangkan aku ke rumah mbah yang kebetulan tidak jauh dari pondok. Tanggal 30 aku kembali ke pondok. Ternyata pengumuman ditunda sampai tanggal 2 september. Untungnya mama sudah mengizinkan aku pulang dan waktu pengumuman, zahwa ditunggu sama bu lekku. 

Sedangkan seminggu kemarin, aku mengerjakan tugas-tugas mata kuliah semester pendek. Yah, walaupun sambil main ke tempat-tempat lain, tapi tidak tau kenapa males banget mulai nulis. Setelah tugas dikumpulkan sabtu kemarin, sekarang tidak ada lagi alasan untukku buat tidak mulai menulis. Baiklah, harus mulai dari sekarang dengan semangat. SEMANGAT!!!!  

cerita2...August 14, 2007 1:50 pm

Acara pernikahan identik dengan lagu dangdut. Kira-kira kenapa yah???. Padahal masih banyak lagu lain yang bisa di putar saat acara pernikahan. Seperti saat ini. Tetangga aku menikah, jadi, mau tidak mau selama dua hari ini aku harus mendengar lagu dangdut yang di putar keras-keras. Tapi, ya mau gimana lagi. Toleransi sama tetangga. Menikah kan tidak setiap hari.

Aku bukannya tidak suka dengan lagu dangdut. Waktu kecil, aku juga suka mendengarnya. Tapi menurut aku, lagu dangdut sekarang jauh berbeda dari dangdut zaman aku kecil. Aku tidak bisa lagi menikmatinya. Mungkin karena dangdut sekarang sangat ngebeat atau sudah seperti lagu disko. Belum lagi jogednya yang gila-gilaan.

Sempat juga guyon sama sahabatku yang kebetulan ke rumah. Aku bilang sama dia, aku tidak akan datang ke pernikahan dia kalau saat acara pernikahannya memutar lagu dangdut. Dia bilang akan memutar lagu-lagunya bon jovi. Asik…hehehehe….Kalau kalian [yang kebetulan baca blog aku] mau memutar lagu apa saat menikah nanti???

cerita2... 1:18 pm

Sudah seminggu lebih setiap sore aku momong nova. Anak tetanggaku yg tanggal 19 besok tepat sembilan bulan. Nova anak yang cantik, sehat, tidak rewel dan doyan makan. Pokoknya menyenangkan walaupun manja. Dia mulai belajar berjalan dan ngomong. Ngoceh terus kerjaannya.

Momong nova bukan tanpa alasan. Ibunya nova setiap sore belajar ngaji di rumah. Sebenarnya, mama mau aku atau kakakku yang ngajarin dia ngaji. Tapi dia tidak mau karena malu sama aku, takut di ketawain karena mulai ngaji mulai iqro’. Yah, bukan salah dia juga sih. Karena menikah pada usia yang masih sangat muda jadi belum banyak belajar. Seharusnya sekarang dia kelas 3 SMU. Tapi tidak bisa melanjutkan sekolah, karena sudah punya anak.

Walhasil, akulah yang momong nova setiap sore supaya tidak mengganggu ibunya saat ngaji. Bukan cuma momong, tapi juga nyuapin nova. Setiap jam 5, dia harus makan. Repot juga nyuapin anak sekecil itu. Kadang nova tidak mau di gendong atau terlalu dipaksa. Nova juga suka menyemburkan makanannya kalau sudah kenyang atau pura-pura muntah. Awalnya jengkel juga sih kalau nova nyemburin makanannya. Muka dan baju jadi kotor kena makananya. Tapi lama-lama jadi gampang. Nova sudah terbiasa sama aku, begitu juga sebaliknya. Sehari tidak ketemu, aku jadi kangen sama nova. Sekarang aku bisa lebih sabar menghadapi anak kecil deh. 

cerita2...July 18, 2007 2:00 am

Lagi jadi anak tunggal niy d rumah. Dek lia masih mondok, lom liburan. Dek zahwa nyusul mondok seminggu yang lalu. Kak na yang baru beberapa bulan pulang ke malang, harus rela ikutan mondok lagi cz zahwa msh ga mau ditinggal. Nangis2 minta pulang. Rencananya sih hari ini kak na pulang ke rumah mbah dulu, jum’at mau ke pondok lagi. Memantau perkembangan zahwa emoticon.

So, di rumah kesepian banget. Gada temen ngobrol, berantem n semua-mua sendirian. Tidur sendiri, mgenet sendiri, bengong sendiri, ngobrol n mandi juga sendirian [eh…ga sampe ngobrol sendiri ding, tapi kalo mandi mang selalu sendiri he..he…]. Kangen juga sama zahwa cz dia paling cerewet di rumah. Sampe garing gada temen di rumah. Ngapain yah enaknya??? emoticon  

cerita2...June 25, 2007 1:08 pm

Bukan, aku sekarang bukannya mau bernyanyi atau membahas lirik lagu si tampan gareth gates yang berjudul anyone of us [stupid mistake]. Tapi aku mau bercerita sedikit tentang kesalahan bodoh dari temanku. Pada hari sabtu tanggal 23 lalu, aku diminta membantu panitia wisuda di bagian penerimaan tamu. Bersama whidha, aku jalani tugas ini dengan sepenuh hati [he..he..], senyum manis pada tamu-tamu sambil memeriksa undangan dan memberikan album wisuda.

Banyak sekali tamu yang datang sampai aku tidak sempat memperhatikan hal-hal kecil. Ketika acara sudah dimulai masih ada beberapa tamu yang datang terlambat, pada saat itulah aku sadar teryata ada yang salah dengan undangan wisuda. Pada undangan terdapat tulisan berbahasa inggris yang salah. Ternyata tulisan tersebut juga terdapat pada album wisuda. Tidak perlu aku cantumkan di sini tulisan yang salah itu, tapi bagi yang ingin tahu silahkan lihat tulisan di depan kampusku. Terpampang dengan amat sangat jelas.

Sudah banyak orang yang memprotes bahkan memberi solusi untuk hal tersebut. Hari-hari berlalu tapi tidak ada tindak lanjut dari kampus maupun sang pembuat desain. Aku berhusnudhon, mungkin memang sudah tidak ada dana untuk memperbaiki tulisan tersebut sambil berharap kesalahan itu tidak akan terulang lagi. Nyatanya hal tersebut terulang lagi pada undangan dan album wisuda. Andai saja aku tau kesalahan itu lebih awal, aku akan mencari cara untuk menutupi hal tersebut. Itu memang bukan kesalahanku tapi sebagai seseorang yang masih terdaftar sebagai mahasiswi dikampus, aku merasa mempunyai kewajiban untuk memperbaiki kesalahan bodoh dari sang pembuat desain undangan dan album wisuda. Jujur saja aku malu bila hal tersebut menjadi bahan tertawaan orang banyak. Apakah sang pembuat desain juga merasakan hal yang sama?.

Memang manusia tempatnya salah dan lupa tapi kesalahan seperti ini amatlah tidak wajar karena sudah dilakukan sebelumnya. Mengapa tidak ada usaha sedikitpun dari sang pembuat desain untuk memperbaiki kesalahannya?. Mengapa sang pembuat desain tidak meminta bantuan orang lain untuk memeriksa desainnya sebelum naik cetak?. Mengapa tidak menggunakan bahasa indonesia saja?. Mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Yang pasti, kalau suatu saat aku membutuhkan sebuah desain atau merekomendasikan seorang desainer, namanya tidak akan ada dalam daftarku. Maaf saja….

«« Previous posts    Next posts »»