bukuNovember 20, 2007 3:23 am

Buku ini adalah panduan empatik mengarang fiksi atau menulis.Buku ini mengupas seluk beluk kepenulisan. Yang unik dari buku ini adalah menyajikan berbagai nasehat praktis menulis maupun saran-saran yang dapat memberi semangat untuk menulis dalam bentuk surat-menyurat fiktif antara penulis dan editor. Dengan buku ini, diharapkan membuat emosi kita dalam menulis menjadi berwarna, kaya raya, dan siap untuk meluncurkan ide-ide yang tidak hanya satu.

Kiat-kiat yang diberikan dalam buku ini juga layak disimak. Dari bagaimana cara mencari ide cerita dan berimajinasi, cara mengawali dan mengakhiri cerita, sampai mengirimkan naskah yang sudah selesai di buat ke majalah atau penerbit. Semua itu di bahas dalam buku ini dengan bahasa yang mudah di pahami.

Yang paling aku suka dalam buku ini adalah ketika penulis menerangkan tentang penggunaan kata sifat dan kata keterangan. Karena menurutnya, kata sifat layaknya api. Kecil jadi teman, besar jadi lawan. Jadi seoarang penulis tidak boleh berlebihan dalam memberikan kata sifat, biar kisah yang sedang di buatnya tidak kehilangan nyawa. Walau pun, ada satu hal juga yang tidak aku setujui yaitu mengesampingkan pekerjaan rumah tangga karena dedikasi pada panggilan hidup sebagai penulis.

Menurut penulis, kapan pun ide itu muncul, tulis saja, tidak perduli apa yang sedang kita lakukan. Menurut aku, ada cara lain yang lebih baik. Kita buat jadwal menulis setaip harinya. Misalkan menulis setiap pagi. Sedangkan jika mendadak mempunyai ide tulisan, kita tulis pada kertas atau buku yang sudah kita sediakan sehingga pekerjaan lain tidak terbengkalai.

Penulis, tentu saja tidak perlu di ragukan lagi dalam dunia kepenulisan. Selain menjadi pengajar yang sangat berpengalaman, Dia sudah menghasilkan tiga novel serta tiga kumpulan cerpen dan buku yang memberikan inspirasi bagi penulis. Dia juga seorang editor untuk dua antologi. Bagi kamu-kamu yang mau belajar menulis, buku karya Carmel Bird yang di terbitkan Kaifa ini layak di baca. Atau…mau pinjem juga boleh kok…

bukuNovember 10, 2007 2:46 am

Karena telah bosan sebagai "pensiunan nabi" di surgaloka, maka para nabi mengajukan petisi kepada Tuhan untuk turba (turun bawah) ke bumi. Sebagai penandatangan pertama, Muhammad dari madinah, saudi arabia yang bi bumi dikenal sebagai Muhammad SAW, dipanggil menghadap Tuhan. Tuhan setelah membaca petisi tersebut "geleng-geleng kepala" tidak habis pikir pada ketidak puasan di benak manusia. Setelah berdialog dengan Nabi Muhammad tentang maksudnya mengadakan riset di bumi yang dikarenakan semakin sedikit umat Muhammad yang masuk surga, maka Tuhan pun mengabulkan petisi tersebut. Sebelumnya Tuhan berpesan supaya Nabi muhammad menghadap Sulaiman untuk membuat surat jalan.

Sebelum berangkat, terjadi kesibukan luar biasa di surga. Seperti serah terima jabatan Ketua kelompok Grup Muslimin dimana Abubakar tercantum sebagai pihak penerima. Ketika waktu pemberangkatan tiba, seluruh penghuni surga mengantar ke lapangan terbang. Nabi Adam selaku sesepuh, di daulat untuk memberikan sambutan. Berangkatlah Nabi Muhammad dengan mengendarai buraq, yang dulu digunakan untuk mi’raj. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad didampingi oleh malaikat Jibril yang sudah tua, terengah-engah mengikuti dari belakang.Ditengah perjalanan, buraq bertabrakan dengan sputnik buatan rusia yang tidak memiliki rem, sehingga baik buraq maupun sputnik hancur berkeping-keping.

Untungnya, Nabi Muhammad dan malaikat Jibril tersangkut di awan yang empuk bagaikan kapas. Di atas awan, Nabi mengira berada diatas neraka. Namun Jibril menjelaskan bahwa mereka berada di bagian bumi yang paling durhaka. Jakarta, ibukota sebuah negeri dengan 100juta rakyat yang malas dan bodoh. Lalu, Muhammad dan Jibril mengubah diri mereka menjadi ‘elang’ yang terbang ke segala penjuru Jakarta, menyaksikan segala bentuk ‘kebejatan’ yang terjadi. Mulai dari pengeroyokan terhadap seorang copet, juga adengan mesum  yang makin merajalela di Stasiun Senen.

Cerpen ini juga menceritakan kejadian-kejadian politik dan sosial di Indonesia menjelang terjadinya pemberontakan Gestapu/PKI dengan pemegang peran utama Soekarno, Subandrio [Perdana Mentri Togog], Dubes RRC untuk Indonesia, dan lainnya. Cerita ini diakhiri dengan bagaimana kemelut Indonesia yang terjadi pada waktu itu dan tidak bisa di selesaikan dengan baik oleh Soekarno. Mungkin inilah, alasan pembuatan cepen "Langit Makin Mendung".    

bukuSeptember 15, 2007 1:27 pm

Nama Bondan Winarno mungkin sudah tidak asing di telinga penikmat kuliner. Beliau adalah presenter acara kuliner yang di siarkan hampir setiap hari pada salah satu stasiun tv. Aku termasuk salah satu penggemar acara tersebut. Apa lagi acara ini di siarkan saat makan siang, bisa jadi makan siang kita yang biasa saja menjadi sangat istimewa. Cara beliau menikmati makanan yang sedang di santap sangat menarik. Bahasa yang beliau gunakan pun unik. Seperti "rasa kencurnya nonjok", "rasa pedasnya nendang" [bisa-bisa habis makan babak belur nih] atau yang paling sering terdengar adalah "nah, ini baru mak nyusss…". Beliau dapat  menerangkan rasa makanan tersebut dengan jujur. Jadi,  walau pun kita tidak mencoba makanan tersebut, tapi kita percaya bahwa makanan tersebut enak. Sehingga banyak orang yang tertarik untuk datang dan mencobanya.

Tidak hanya mahir dalam soal makanan, tapi beliau juga mahir menulis. Dari cerita anak-anak, cerita pendek, novel dan buku-buku tentang manajemen. Bondan Winarno lahir di Surabaya, 29 april 1950. Beliau mengawali karier sebagai juru kamera Puspen Hankam pada awal 1970-an, dan kemudian menjadi wartawan. Gazelle, cerpennya yang berlatar pengalamannya dalam tugas jurnalistik ke berbagai negara memenangi hadiah pertama lomba penulisan cerpen majalah Femina, 1984.

Beliau juga penulis kolom andal. Lulus kursus Marketing and Financial Management di Jakarta, beliau pernah secara tetap mengisi kolom yang membahas soal-soal manajemen. Pernah bekerja di perusahaan advertising dan menjadi pemimpin redaksi majalah SWA. Bondan winarno barangkali adalah orang yang paling tepat sebagai penulis Kiat. Keluasan pengalaman hidupnya membuat beliau mampu memasuki berbagai bidang pengetahuan dan menulisnya dengan baik sehingga orang yang sangat awam pun dapat paham membaca tulisannya.

Salah satu bukunya yang berjudul Seratus kiat, jurus sukses kaum bisnis dituturkan dalam bahasa yang sederhana. Walau berisi cerita, tapi yang membaca buku ini dapat menangkap maksud dari cerita tersebut. Kutipan-kutipan dalam buku ini, dapat menambah semangat dan menjadi kiat tersendiri. Seperti dalam salah satu judul "Mengatasi Kegagalan", Beliau mengutip ucapan De Bono.

    Yang penting bukanlah apakah seseorang pernah mengalami kegagalan. Tetapi cara dia mengatasi kegagalan itu. Saya selalu Bertanggung jawab atas kegagalan yang saya lakukan. Itu bukan berarti bahwa saya menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah karena telah melakukan kesalahan, tetapi sekadar mengakui bahwa sayalah penyebab kegagalan itu. Mencoba mencari penyebab lain dari kegagalan itu hanya berarti bahwa saya tidak bertanggung jawab atas kegagalan itu. [hal 131]


Memang hanya kita sendirilah yang bertanggung jawab atas semua yang telah kita lakukan. Bukan malah mencari kambing hitam [kasihan kan kambing hitam lagi yang di salahin…] atas kegagalan yang kita alami. Dan masih banyak lagi kiat-kiat yang disampaikan dalam buku ini. Maka, untung pencinta bacaan, buku ini memang "mak nyuuusss…". 

bukuAugust 5, 2007 5:45 am

Dalam minggu ini ada tiga buku yang harus selesai aku baca. Ini dia bukunya:

1. Mantra Pejinak Ular. Ditulis oleh Kuntowijoyo. Beliau banyak menulis buku tentang sejarah, budaya, filsafat dan sastra. Jadi, beliau layak dikatakan sebagai seorang budayawan, sastrawan dan sejarawan. Selain Mantra Pejinak Ular, beliau juga menulis Isyarat, Khotbah di Atas Bukit, dan Impian Amerika. Beliau  juga sering menulis cerita pendek dan esai di surat kabar.

2. Menulis dengan Emosi. Carmel Bird, penulis buku ini adalah seorang yang sudah berpengalaman mengajarkan mata kuliah karang-mengarang. Ia sudah menerbitkan tiga novel, empat kumcer dan buku tentang inspirasi bagi penulis, serta menjadi editor dalam dua antologi. Buku ini mengupas seluk beluk kepenulisan. Yang unik dari buku ini adalah menyajikan berbagai nasehat praktis menulis maupun saran-saran yang dapat memberi semangat menulis dalam bentuk surat-menyurat fiktif antara penulis dan editor. Buku ini salah satu bacaan wajib di beberapa universitas di Australia.

3. Catatan Pinggir 1. Karya dari Goenawan Mohamad seorang intelektual yang punya wawasan yang begitu luas, mulai dari pemain sepakbola, politik, ekonomi, seni dan budaya, dunia perfilman dan musik, dan lain-lain. Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo ini, pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair. Selama kurang lebih 30 tahun menekuni dunia pers, Beliau menghasilkan berbagai karya yang sudah diterbitkan, diantaranya kumpulan puisi dalam Parikesit (1969) dan Interlude (1971), yang diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Prancis. Sebagian eseinya terhimpun dalam Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Seks, Sastra, dan Kita (1980). Tetapi lebih dari itu, tulisannya yang paling terkenal dan populer adalah Catatan Pinggir, sebuah artikel pendek yang dimuat secara mingguan di halaman paling belakang dari Majalah Tempo. Konsep dari Catatan Pinggir adalah sekedar sebagai sebuah komentar, kritik, tapi juga semacam gumam.

Buku Catatan Pinggir aku dapat setelah lama mencari. Itupun tinggal satu-satunya. Tapi bagi yang ingin membaca Catatan Pinggir, sekarang sudah ada di http://caping.wordpress.com/. Semoga aku bisa menyelesaikan ketiga buku ini tepat waktu [kayak setoran aja…hehe..] tanpa meninggalkan kerjaan aku yang lain. 

bukuJuly 21, 2007 5:44 am

Penasaran ga sih gimana jadinya kalau iblis ngambek. Kira2 kenapa yah?? Hal inilah yang coba d angkat oleh Indra Tranggono dalam buku kumpulan cerpennya yang juga berjudul Iblis Ngambek. Buku setebal 137 halaman ini terdiri dari 15 cerpen. Sebagian besar cerpen2 dalam buku ini telah dipublikasikan d koran seperti Kompas, Suara Pembaharuan, Jawa Post dan lainnya.

Iblis Ngambek bercerita tentang seorang juru cerita yang ngambek. Ia ga mau lagi cerita tentang manusia yang dinilainya sudah semakin sensitif terhadap kritik. Karena bingung harus bagaimana, yang dia lakukan cuma tidur dan tidur. Suatu hari ia bermimpi didatangi Iblis. Bukan main takutnya si juru cerita melihat Iblis yang begitu  menakutkan: berbadan tinggi besar, mata besar dan raut muka yang sangar. Teryata, sang Iblis cukup ramah dan melarang juru cerita untuk takut padanya. Iblis berjanji ga akan mengganggu justru meminta bantuan juru cerita.

Sang Iblis bercerita bahwa ia sudah sangat jengkel pada manusia, maka ia mau menceritakan beban perasaannya pada juru cerita. Lalu berkata:

"Saya, atas nama Iblis, dengan ini menyatakan: mengundurkan diri sebagai penghasut dan penggoda manusia untuk berbuat dosa. Keputusan ini saya ambil dengan sesadar-sadarnya, tanpa tekanan atau intimidasi, apalagi disuap oleh bangsa manusia." [hal 91]

Lalu Iblis menambahkan kalau bangsanya tidak mengenal suap ataupun korupsi, apabila didapati oknum Iblis yang korupsi, maka si oknum tersebut telah kangslupan manusia. Bahkan menurutnya, prilaku manusia jauh lebih iblisistik daripada Iblis itu sendiri. Sebab, manusia itu mahluk kemungkinan, artinya bisa buruk bisa sangat baik. Sedangkan Iblis dan malaikat mahluk kepastian. Iblis pasti buruk, malaikat pasti baik.

Iblis ga perlu korupsi, hanya butuh pengikut yang setia yaitu manusia yang secara sadar menempuh karir d jalan sesat dengan bonus neraka. Tak lama kemudian, pengikut setia Iblis semakin membludak jumlahnya sehingga manusia banyak yang mencoba menyuap Iblis biar bisa menjadi pengikutnya. Tentu saja hal ini menjadikan Iblis kewalahan. Apalagi lama kelamaan, pekerjaan Iblis d ambil alih oleh manusia, sehingga Iblis banyak yang menganggur. 

Juklak dan juknis yang Iblis buat untuk menggoda dan menghasut manusia sudah lama d masukkan dalam laci. Karena godaan, hasutan dan bisikan Iblis sudah ga mempan lagi. Manusia sudah lebih pintar menjadi provokator bagi bangsanya sendiri. Hal ini menjadikan sang Iblis sedih bukan main.

"Saya benar2 sedih, bukan karena saya kehilangan job untuk menggoda manusia, tetapi karena ngeri melihat ulah manusia yang telah sukses besar melakukan transformasi budaya dengan mengadopsi nilai2 keiblisan secara sempurna. Bahkan saking sempurnanya, mereka tidak lagi butuh mentor dan fasilitator kejahatan macam saya, Iblis yang celaka ini." [hal 93]

Itulah antara lain sebabnya mengapa Iblis ngambek dan mau berhenti menjadi penghasut dan penggoda manusia. Tapi untunglah, hal tadi cuma mimpi dari sang juru cerita dan sekedar cerita. Ga terbayang kalau Iblis benar2 ngambek. Berarti moral dan akhlak bangsa manusia sudah semakin rusak. Na’udzubillah……

bukuJune 21, 2007 1:07 pm

Awalnya agak ragu membeli buku ini. Karena buku yang mau aku beli tidak ada , akhirnya aku beli juga buku ini. Sudah lama tidak beli buku.

Bercerita tentang seorang yang bernama ikal. Berasal dari daerah Belitong Timur yang kaya akan timah. Ayahnya bekerja pada sebuah penambangan timah. Ikal mempunyai seorang sepupu jauh bernama Arai yang sudah yatim piatu sehingga dari kecil tinggal bersama keluarga Ikal. Arai seorang yg tabah, pandai , cerdas dan penuh semangat. Ikal juga mempunyai seorang sahabat bernama Jimbron. Jimbron seorang yang gagap juga yatim piatu. Sepeninggal orang tuanya, dia diasuh oleh seorang pendeta yang baik hati karena tetap mengajarkan Jimbron agama yg dianut orangtuanya sebelum meninggal yaitu islam. Gagapnya dikarenakan kisah pilu masa kecil karena menyaksikan ayahnya meninggal. Dia sangat tergila-gila pada kuda.

Memasuki masa SMA, mereka bersekolah di SMA negeri pertama yang ada di kampung mereka. Mereka tinggal bersama di dekat dermaga. Pada waktu luang mereka bekerja menjadi kuli untuk mencari uang tambahan. Di sekolah, Ikal dan Arai adalah murid yang berprestasi terlepas dari kenakalan-kenakalan yang mereka lakukan bersama. Seperti ketahuan menonton film "panas" di bioskop oleh guru mereka. Sedangkan Jimbron mempunyai prestasi yang biasa-biasa saja tapi tetap semangat bersekolah.

Mereka mempunyai mimpi yg sama. Yaitu melanjutkan kuliah di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis. Tapi pada akhir cerita Ikal dan Arai yang mendapat beasiswa di sana untuk melanjutkan kuliah S2.

Pada buku ini, aku sangat terkesan dengan kisah kehidupan Ikal dan Arai yang bisa mewujudkan mimpi mereka. Sebenarnya Ikal sempat tidak percaya diri dan menyerah untung mewujudkan mimpinya, tetapi Arai mengatakan "Orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu. Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…". Kata-kata tersebut sungguh memberi semangat tuk aku pribadi supaya aku tidak patah semangat mewujudkan mimpi2ku.

Selain itu, buku ini juga bagus sekali tutur bahasanya. Walaupun banyak menggunakan bahasa melayu tapi di tuturkan dengan baik sehingga aku bisa memahami isi cerita. Bagi yang suka membaca, tidak ada salahnya membaca buku ini. Yang pasti kita jangan berhenti bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi kita. Selamat membaca.

bukuJune 16, 2007 12:42 pm

Beberapa waktu yg lalu, aku ke wilis sama papa n mba trisna mencari al-qur’an tarjamah untuk zahwa adikku n lihat2 buku. Aku sebenarnya cape bgt cz seharian mengantar mba trisna ke pasar besar tuk mencari mas kawin, maklumlah wkt itu mba trisna akan segera menikah. So, di wilis hanya papa yg semangat cari buku sedangkan aku n mba trisna mojok smbl menikmati minuman.

Ga lama papa selesai dgn hunting bukunya, lalu bersiap plg cz sdh sore. Di dlm mobil, papa memperlihatkan buku yg baru aja di beli. Di antara beberapa buku yg papa beli, ada buku cerpen yg berjudul "Langit makin mendung" karya kipandjikusmin. Kata papa, cerpen itu dulu di terbitkan di majalah "sastra" pada 8 agustus 1968 n menuai bnyk sekali kontroversi. Bahkan, pimpinan majalah sastra yaitu H.B.Jassin sampai diseret ke dlm penjara dgn tuduhan mengina tuhan, n msh bnyk lagi.    

Jadi penasaran bgt dg cerpen ini tp baru sekarang dpt giliran baca cz bbrp hari di bawa gabriel n sibuk dg pernikahan mba trisna. Ok dey, aku mau mulai baca dulu yah n nanti kl sdh selesai, pst aku ceritain ke kamu2 yg penasaran (kl ada loh emoticon