coretankuAugust 12, 2008 11:29 pm
    Banyak sekali acara yang diselenggarakan menyambut hari kemerdekaan indonesia pada 17 Agustus. Lomba yang diadakan antar warga, RT, RW maupun antar kampung. Dari lomba makan kerupuk, balap karung, peragaan busana daerah, gerak jalan, tarik tambang, sepak bola, bulu tangkis, tari balon, baca puisi sampai menyanyi. Dan yang tidak ketinggalan adalah panjat pinang yang sudah menjadi tradisi tahunan. Seakan tidak sah acara 17 Agustusan tanpa panjat pinang. Inovasi pun dilakukan untuk lomba yang satu ini. Lihat saja hadiah yang ditawarkan. Dari mulai tv, sepeda, radio, voucher belanja, sampai uang ratusan ribu. Bandingkan saja dengan uang pecahan seratus rupiah yang dulu sering ditawarkan [hehehe…hari gini??mana ada yang mau??]
 
    Itu semua adalah ritual tahunan yang tidak pernah dilewatkan oleh semua warga indonesia. Tua muda, ibu bapak, kakek nenek, kaya miskin. Ada yang menikmati hadiah karena memenangkan lomba, ada juga yang hanya menikmati tontonan yang sangat menghibur. Atau, kita bisa menyaksikan pengibaran bendera merah putih di istana negara dari rumah tanpa harus berpanas-panas. Yang terakhir adalah ritual yang sudah hampir 25 kali aku lakukan tanpa pernah bosan. Ikut bangga menyaksikan pasukan pengibar bendera yang sudah dengan susah payah berlatih untuk mengibarkan bendera merah putih berhasil menjalankan tugasnya.
 
    Nah, sekarang nisfu sya’ban. Apa sih nisfu sya’ban itu?? Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Kata orang-orang tua sih [sok muda banget neh..jadi nggak enak..], malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru. Jadi, Allah akan mulai mencatatkan takdir kita selama satu tahun kedepan. Apakah kita selama setahun kedepan akan bahagia, sedih, sehat atau sakit?? wallahu a’lam.
 
    Banyak ritual yang dilakukan orang pada nis’fu sya’ban. Salah satunya adalah puasa selama 3 hari pada tanggal 13, 14 dan 15 sya’ban. Dan pada malam nisfu sya’bannya, ada yang mengaji surat yasin sebanyak 3 kali selain sholat tahajjud tentunya. Untuk apa sih?? Supaya Allah mencatatkan takdir kita diawali dengan hal yang baik. Ada 3 hal yang bisa kita minta yaitu,
1. Ketetapan iman dan islam. Maksudnya supaya Iman kita tidak naik turun [kaya lift aja dey..]. Iman kita selalu naik dan kita tidak menyimpang dari ajaran islam.
2. Panjang umur sehat wal afiat supaya kita bisa terus beramal sholeh.
3. Rizki yang banyak, halal dan barokah.
     Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini bertepatan dengan nisfu sya’ban. Ritual lomba 17 Agustusan sudah dimulai bahkan jauh sebelum tanggal 17 Agustus. Sedangkan hari jum’at, yang biasa menjalankan ritual nisfu sya’ban baru akan memulainya. Nah, bagi yang tidak biasa menjalankan ritual yang satu ini, kenapa tidak mulai mencoba? Seandainya semua umat islam di Indonesia melakukannya, bukan tidak mungkin Allah akan menakdirkan perubahan yang berarti pada negara kita ini. Ya paling tidak, kalau tiap individu yang melakukan ritual nisfu sya’ban memiliki keimanan yang baik dan tidak menyimpang dari ajaran islam, tidak akan ada lagi orang yang korupsi. Negara tidak semakin miskin, pendidikan menjadi murah dan negara semakin maju. Mari, kita coba. Untuk perubahan diri sendiri dan untuk perubahan Indonesia.
coretankuAugust 6, 2008 4:42 am

Sudah dua hari ini, aku baca kumpulan cerpen Korea. Judulnya "Laut dan Kupu-kupu". Ini adalah buku sastra Korea pertama yg ku baca. Biasanya cuma membaca karya sastra penulis negeri sendiri seperti miliknya pramoedya. Kumpulan cerpen ini bertujuan untuk mengenalkan korea melalui karya sastra. Buku ini terdiri dari 12 cerpen yang mewakili perjalanan cerpen korea dari masa perang sampai abad ke 21.

Biasanya, untuk membaca buku kumpulan cerpen, aku cuma butuh sehari aja. Cuma, kali ini berbeda. Sudah 2 hari dan aku belum menyelesaikannya. Bahkan separuhnya pun belum. Aku agak sulit memahami isi ceritanya. Mungkin karna bahasanya nggak biasa [waduh…jd bingung juga, emang yg biasa gimana yah??hehehe…]. Tapi tetep aku baca terus ko. Walau membacanya harus berulang-ulang. Pokoknya harus paham neh….

coretankuMay 27, 2008 6:34 am

    Beberapa hari yang lalu, aku dan mama ngobrol sama ibu belakang rumah. Biasalah…namanya juga hidup bertetangga, boleh dung ngobrol-ngobrol. Kita lagi ngobrolin masakan, harga-harga yang makin mahal. Dari hal-hal yang penting, sampai yang nggak penting diomongin. Nggak lama, mbak menik [tatanggaku juga neh..] ikutan nimbrung.

     Dengan semangat tapi penuh keprihatinan [gimana tuh???], dia cerita kalau baru aja mergokin 4 anak tetanggaku "memalak" anak seberang rel. Bukan cuma diambil uangnya oleh keempat anak tetanggaku itu, mereka berempat sempat mukulin anak yang dipalak itu. Masyaallah….ko bisa yah anak-anak itu berbuat sampai seperti itu??. Akhirnya kita semua sepakat, bahwa sinetron-sinetron sekarang yang banyak adegan kekerasannyalah penyebabnya.

    Datanglah mbak ninik, tetangga depan rumahku yang punya anak TK. Ikutan nimbrung karena tadi sempat melihat mbak menik marahin keempat anak itu dan mengancam diadukan ke orang tua masing-masing [setuju…setuju…]. Lalu mbak ninik cerita, katanya jangankan anak SD, anak TK yang sekolah bareng anaknya aja sudah pada pinter malak. Ckckckck….gileee…..

    Benar-benar memprihatinkan yah, anak seusia TK aja sudah punya mental preman. Gimana nanti kalau sudah besar?? Tapi semoga mereka semakin menjadi anak baik deh. Kan masa depan ada ditangan mereka juga. Untuk pemerintah kita nih, gimana kalau tayangan-tayangan yang nggak berguna dibumihanguskan aja??. Biar anak-anak kecil yang belom tau apa-apa, nggak meniru hal yang salah apa lagi sampai mempraktekkannya. Ada yang setuju pendapat aku??

coretankuMay 13, 2008 5:52 am

    Sabtu lalu, aku menyerahkan laporan skripsi yang sudah di jilid ke bagian BAAK. Eh, karyawan BAAK yang ngurusin foto untuk ijasah nyuruh aku ganti pasfoto yang sudah aku kasihkan beberapa hari sebelumnya. Katanya sih terlalu banyak senyum, kan sayang kalau mau di buat foto ijasah. Padahal, menurut aku fotonya sudah bagus. Senyum kan karna aku seneng banget sudah lulus kuliah. Yah..mau gimana lagi, dari pada gak dapet ijasah.

       

    Nah, ini dia foto yang terlalu senyum dan foto yang akan aku serahkan lagi ke bagian BAAK kampus. Kalau mamaku sih juga lebih seneng sama foto yang terlalu senyum itu, katanya aku jadi kelihatan gemuk dan gak judes emoticon. Tapi harus diganti neh, yah nurut aja lah. 

coretankuApril 11, 2008 2:16 pm

Tadi siang aku ujian skripsi. Jam 13.30 masuk ruang ujian [molor 30 menit], jam 14.35 aku keluar ruang ujian. Lalu…..Lulus. Alhamdulillah…….. Wah…senengnya…..Menghaturkan banyak terimakasih kepada Orang tua dan keluarga [kak nana, lia, zahwa, mbah kakung, mbah putri, paman, bulek, de el el…] yang nggak hentinya mendoakan dan memotivasi agar cepat lulus. Ribuan terimakasih untuk Keluarga besar Pondok Modern Gontor [khususnya Ust Ma’ruf], Keluarga besar Pondok Al-amien Prenduan Madura [Kyai Idris, Nyai Zahroh, Nyai Anis, Ust Tidjani, Ust Dani].

Terimakasih juga untuk dosen pembimbing, Pak Henry dan Pak Yerry yang telah membimbing dengan ikhlas. Demikian juga untuk dosen penguji, Pak Rosyid [matur nuwun atas sarannya pak…] dan Pak Hari. Whidha [nenek] Yunis Dian [syukron yah…atas seeemuanya…], Hanan, Singgih, Mas Ikal, wawan, zanu [jangan nyerah ma TAmu yee..], suwun yah atas bantuannya. Temen-temen yang baru lulus zin, yoga, adyt, zul, rano, dimas, yusi, norma [eh…masih besok, tapi aku yakin kamu lulus say…], ternyata…kita BISA…

Untuk temen-temen yang sudah lulus duluan, yudi, taufik, mas agusB, tri, makasih juga doa dan semangatnya. Yang segera menyusul, solie, musmaini, ike, agusP, angga, bejo, tinus, hasyim dan indra, ayo…buruan, kalian juga BISA ko!!! Temen-temen chatting [aduh…bnyk nih, jd ga bisa di sebutin smua…], temen-temen pondok [iyang, fitri, ipeh de el el…], temen SD nun jauh di sana…makasih..makasih….Sekali lagi, terimakasih atas semua dukungan, doa dan motivasi dari semuanya. [buat yang nggak kesebut, maaf yah…]

coretankuMarch 6, 2008 6:24 am

   

Sebenarnya, foto-foto ini sudah lumayan lama. Kalau nggak salah, sehabis ujian semester. Jadi, waktu itu, aku, ike dan norma habis ujian. Waktu ujian, mati lampu jadi kita ngerjain ujian semampunya deh [mang biasanya gimana??hehehe…]. Nah, selesai ujian, aku ke kosan norma. Nggak taunya, norma sudah di tunggu musmaini dan mbak khodijah untuk pergi ke playground di samping matos. Nganterin ponakan mbak khodijah yang kebetulan lagi liburan.

Tadinya, aku mau langsung pulang aja, tapi yang lain protes. Ya sudah lah, dari pada nganggur juga di rumah, akhirnya aku ikut. Sebelumnya aku pulang dulu ngambil kamera sama ike. Yang lain naik angkot jadi langsung ketemu di sana. Di jalan, aku sama ike kehujanan. Jadi kita terlambat sampai sana. Untungnya playground belum tutup. 

Di playground, ternyata ada tembok yang di bentuk lucu-lucu. Macam "hole in the wall"nya rcti [yang suka nonton kuis pasti tau niy..]. Akhirnya, aku, ike, norma dan musmaini ambil posisi yang oke untuk foto-foto [lagian nggak ada permainan lain, nggak mungkin dung kita ikutan mandi di kolam anak-anak..hihihi..]. Selain itu, kita foto-foto di taman bermainnya. Lumayan seru juga… 

   

coretankuJanuary 2, 2008 7:24 am

Tepat tanggal 1 kemarin, aku dapat beberapa sms dari teman-teman. Yah, mereka mengucapkan selamat tahun baru. Atau sekedar memberi tau kegiatan malam tahun baru mereka. Ada yang ngumpul sama teman-teman, nonton tv [kaya aku..emoticon], dan tidur. Bahkan ada yang sms menanyakan keberadaan sahabatku [nggak nyambung deh…].

Wishing you: 12 months of happines, 48 weeks of joys, 365 days of laughs, 8760 hours of success, 525600 minutes of hopes and 31536000 seconds of lucks. Happy new year…. [sms dari titis..] 

Ok deh, untuk semua, aku ucapkan juga ‘met tahun baru’. Semoga kedepan, kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Lebih bijaksana menyikapi hidup. Dapat meraih cita-cita. Sukses dan selalu sehat. Makin mendekatkan diri sama sang Kholik dan selalu dalam lindungannya. Amien..ya rabb…Ayo semangat….

coretankuDecember 17, 2007 1:52 am
Hady Mirza..ha…ha…    
Ini adalah teriakan kakakku hanya beberapa detik sebelum Ata sang presenter imut mengumumkan pemenang asian idol. Lagi asik-asiknya nonton ketegangan para peserta idol menunggu pengumuman, kakak yang sedang tiduran sama aku, langsung bangun dan teriak ‘Hady Mirza…’. Belum selesai rasa kagetku, semakin di perparah oleh teriakan Ata. ‘And the first Asian Idol goes to, Hady Mirza, Singapore’. What..???Kaget, melongo nggak percaya. Mungkin tampangku saat itu mirip Hady yang juga nggak percaya kalau sudah menjadi ‘the first asian idol’ [meksoo…]. Papa yang kebetulan masih ikut nonton, langsung bangun dan menuju kamar sambil bergumam ‘nggak masuk akal’. Sedangkan komentar mama lain lagi, ‘zzZZZZzzzz…..’ [eh..udah tidur…].
 
Kok bisa yah Hady yang menang??? Padahal kualitas suara peserta lain ada yang jauh di atas Hady. Makanya, tidak heran banyak orang bahkan juri memprediksikan Mike, Jaclyn atau Mau yang akan keluar sebagai pemenang [tapi..kualitas suara Hady jauuuuhhh di atas aku kok hehehe…]. Pasti banyak orang yang sama-sama nggak percaya kenapa Hady yang keluar sebagai jawara. Mengingat, penduduk singapura yang jauh lebih sedikit ketimbang negara-negara asal idol lainnya. Setelah pengumuman, Hady menyanyikan kembali lagu ‘Berserah’ yang dia bawakan malam sebelumnya. ‘Dia berserah banget sih, makanya menang’ candaku ke kakak. Tapi menurut aku, saat menyanyikan lagu ‘berserah’, dia sangat menghayati jadi kelihatan bagus. Begitu acara selesai, aku langsung menuju kamar sambil menduga besok pasti rame.
 
Paginya, ternyata dugaanku nggak meleset. Koran, infotainment dan blog banyak yang memberitakan kemenangan kontroverisal ini. Di salah satu blog yang aku baca, beropini tentang sistem pemilihannya. Karena diharuskan memilih dua negara berbeda, negara pertama yang di pilih pasti negara mereka sendiri, dan yang kedua adalah negara lainnya. Pasti para pendukung nggak mau penyanyi andalan dari negara masing-masing kalah dengan pesaing terkuatnya, jadi para pengirim sms memilih penyanyi yang nggak diunggulkan. Misalnya aja pendukung Indonesia pasti nggak akan memilih Philipina atau Malaysia yang menjadi pesaing terberat dari Mike Mohede [eh..yang paling berat kan mike yah..he..], pemilih dari negara lain juga melakukan hal yang sama.
 
Selain itu, banyak juga yang komentar miring tentang kemenangan Hady. Ada yang bilang kalau cowok yang bernama asli Muhammad Mirzahady Amir ini memenangkan kontes karena menang tampang aja, sehingga memikat hati banyak wanita. Bahkan, mengait-ngaitkan kemenangan ini dengan Indosat dan Telkomsel. Yah, siapa sih yang nggak tau kalau Indsoat dan Telkomsel sekarang sudah menjadi milik SingTel yang notabene adalah perusahaan singapura. Banyak juga yang menduga, pasti ada apa-apanya nih. Wah, kalau hal ini benar, siapa tuh yang pantas di persalahkan??? [aduh Bu…makanya jangan asal main jual…rugi deh…].
 
Mungkin juga karena Singapura adalah sebuah negara yang sangat maju dalam segala hal termasuk dalam bidang ekonomi. Pendapatan penduduknya menjadi salah satu yang teratas di kawasan Asia. Nggak heran meski penduduk mereka sedikit tapi pulsa SMS mereka yang paling banyak. Sempat juga bertanya dalam hati, sama nggak yah tarif sms mereka dengan kita yang Rp 2000 per sms. Bukan apa-apa nih, tarif sms kita yang cuma 300 perak aja sudah termasuk yang paling mahal dari negara lain, apalagi kalau sekali sms 2000 perak. Itu kan berkali-kali-kali-kali lipat [banyak kali ni…]. 
 
Biar bagaimanapun, Asian Idol telah terpilih. Ini membuat aku tersadar untuk tidak memandang sesuatu sebelah mata. Ini terbukti dengan apa yang terjadi dengan Hady. Dia bukan seorang yang di unggulkan bahkan di jadikan pilihan kedua tapi bisa menang dengan suara yang sangat meyakinkan. Semua orang yang memandang sebelah mata padanya, sontak membuka mata lebar-lebar. Selamat dan sukses deh buat Hady Mirza, dan buat Mike, kamu sudah memberikan Indonesia yang terbaik [tapi jangan nyanyi ‘I believe I can fly’ n ‘Mengejar matahari’ mulu yah, bosen dengernya..]. Selamat juga buat Indonesia yang sudah bisamenyelenggarakan acara ini dengan sukses.
coretankuOctober 31, 2007 8:39 am

Begitulah dia biasa dipanggil. Dia adalah seorang penjual bakso yang menurutku paling enak di daerah tempat tinggalku. Tingginya sekitar 165 cm, tubuhnya kurus, mempunyai kumis. Menurutku, dia orang yang baik dan ramah. Aku sudah mengenalnya sekitar 4-5 tahun. Awalnya, aku tau dia dari papa. Papaku dengan gencar mempromosikan bakso yang katanya enak banget. Hal ini tentu saja membuat aku dan mama penasaran, seenak apa bakso yang dikatakan papa padahal kami tau papa bukanlah pencinta makanan yang satu ini.

Rasa penasaran kami tidak langsung bisa terpenuhi, karena dia hanya lewat depan rumah saat tengah malam [makanya aku kasih julukan "bakso setan" hehehe…]. Belum lagi kalau baksonya sudah habis, jadi dia tidak mungkin lewat depan rumah. Setelah beberapa kali gagal nunggu, entah itu karena sudah tertidur atau karena yang lain, akhirnya kami berhasil juga mencicipinya. Dia membuat bakso yang beraneka ragam, ada yg isi sumsum, telur kuning, bahkan ati. Dan memang rasa bakso bahkan kuahnya sangat enak.

Sekarang, aku sudah tidak perlu lagi bergadang sampai malam menunggu cak hadi. Karena sebelum berkeliling pada malam hari, cak hadi berjualan dulu di rumahnya. Baksonya mulai buka jam 5 sore, jadi aku bisa ke rumahnya dulu untuk menikmati baksonya yang top abis. Teras rumah kontrakannya yang menjadi tempat makan pelanggan yang datang kerumahnya. Dulu masih sempit dan terlihat sedikit kumuh. Tapi sekarang sudah jauh lebih luas dan bersih.  

Saat berjualan di rumah, dia dibantu oleh anak dan istrinya. Kaget juga waktu pertama kali melihat istrinya, karena istrinya sangat gemuk [kebanyakan makan bakso kali ya???emoticon]. Terakhir kali makan di sana [pertengahan puasa], istrinya sedang dirawat di rumah sakit karena stroke. Walaupun begitu, rasa baksonya tetap tidak berubah. Tetap enak. Selesai makan, hanya satu pertanyaan yang terlontar dari cak hadi "baksonya kurang apa???". Masukan dari pelanggan sangat diharapkannya.

Setiap ada teman atau tamu dari jauh, pasti bakso cak hadi menjadi andalanku. Aku selalu mempromosikan bakso cak hadi. Mereka yang sudah mencoba bakso cak hadi sepakat bahwa baksonya sangat enak. Bagi yang belum mencoba, ada yang tertarik untuk mencoba???? Pasti nggak akan menyesal dech….

coretankuSeptember 26, 2007 12:39 am

Semalam aku membongkar-bongkar semua catatan kuliah. Tanpa sengaja, malah menemukan coretan maupun surat-surat dari sahabat-sahabatku. Sudah lama sekali berlalu, tapi begitu membaca coretan dan surat tadi, aku jadi ingat kenangan-kenangan bersama mereka. Senang, sedih, tawa, tangis. Sebenarnya, kebanyakan sahabat aku pindah sebelum lulus. Namun ada beberapa yang bahkan sampai sekarang masih saling memberi kabar. Waktu kelas 5 di pondok, aku menjadi pengurus pramuka. Ketika menjadi pengurus pramuka itulah, aku mempunyai sahabat baru lagi. Namanya asiah dan elvin. Asiah anaknya cerewet, pinter dan seru abis. Elvin juga pinter, agak pendiam tapi kalau sudah ikutan bercanda, kita bisa ketawa terus. 

Di antara kita bertiga, asiah yang paling gaul. Kayanya, tidak ada adik kelas yang tidak kenal dia. Sama adik-adik kelas, dia di panggil kak cieh. Suatu hari, dia punya ide untuk merubah nama panggilan aku dan elvin. Biar kompak, nama panggilan kita memakai awalan huruf c juga. Jadilah cieh, cvien dan cnied. Memang tidak enak di dengar, tapi lama-lama, kita jadi terbiasa. Kemana-mana selalu bertiga bahkan sampai kita buat baju yang kembar [kaya anak panti aja deh..]. Kompak banget, sampai kita pernah di marahin guru pembimbing kepramukaan, karena dianggap membuat gank. Padahal, kita tetap bergaul dengan teman-teman lain loh. Cieh dan cvien juga punya sahabat lain di luar persahabatan kita bertiga, termasuk aku. Ada mba endah, mba lala, kak ertina, arum, lili, sis farid, umay, novrosy, balon, memen [duileh, ngabsen kali ya??] dan lainnya.

Coretan dan surat mereka lah yang aku temukan semalam. Yang paling banyak, dari cieh dan sis farid. Aku memang dekat sekali sama mereka. Bahkan sampai sekarang masih sering smsan. Isi surat dan coretan beragam banget. Ada yang lucu, kasih semangat, nasehat, curhat, atau cuma sekedar "aku sayang kamu" [hehehe…]. Ada coretan dari cvien yang isinya "all begining is difficult but nothing is imposible" [setuju say…]. Atau coretan mba endah "ini adaah masa2 bahagia qtha di coord tercinta. Suatu episode cerita hidup qtha yang takkan pernah terlupa. Coord 2001 always in our heart" [ga akan mba…]. Juga dari mba lala yang intinya "don’t forget me ya nid…rasa2nya susah ngelupain temen yg makan cuma 2x sebulan" [ya ampyun mba..apa dulu aku bener2 susah makan yach???]. Bahkan ada juga surat kecil yang isinya "kamu marah ya sama aku??" [bener2 ga tau ini dari siapa, cz ga ada namanya..].

Dalam salah satu suratnya, cieh nulis "gimana ngajarnya?! masih BT and bikin kamu syebel kaya’ kemanin ngga’?! Tentunya kamu udach bisa nyesuaiin ama keadaan mereka yang suka jerit", naik" keatas meja dll. But…bukan berarti kamunya juga harus ikutan jerit" and naik" keatas meja donk. Kan nggak lucu kalo’ ibu guru mo’ nyaingin muridnya. Entar bukannya jadi SDI tapi SDGIG alias sekolah dasar guru ikut gila" [jawaban dari suratku yang isinya curhat jadi guru SD…]. Siapa yang tidak ngakak baca surat yang kayak gini??. Kalau surat dari sis farid, isinya lebih serius [mungkin karena dia lebih tua dari aku yah…], curhat dan kabar-kabar terbaru dari pondok. Tapi, membacanya lagi membuat aku tersenyum.

Sekarang aku sudah punya sahabat lagi, tentunya, tanpa melupakan mereka semua. Ada juga sich, coretan-coteran dari dia. Salah satunya "when i felt so sad, u light the dark around me, u always make me smile again" [aduh nek….jadi GR niy..]. Apapun isi coretan dan suratnya [minumannya teh…..???eh, puasa ding..], intinya meraka sayang dan senang bersahabat dengan aku. Maka, sekarang, aku ingin mereka pun tau, bahwa aku sangat senang dan bangga menjadi sahabat mereka. Apapun yang terjadi, tidak akan membuat aku lupa bahwa aku pernah mempunyai sahabat yang hebat seperti kalian semua. Sampai kapan pun, aku juga sayang kalian.        

    Next posts »»