coretankuSeptember 26, 2007 12:39 am
Semalam aku membongkar-bongkar semua catatan kuliah. Tanpa sengaja, malah menemukan coretan maupun surat-surat dari sahabat-sahabatku. Sudah lama sekali berlalu, tapi begitu membaca coretan dan surat tadi, aku jadi ingat kenangan-kenangan bersama mereka. Senang, sedih, tawa, tangis. Sebenarnya, kebanyakan sahabat aku pindah sebelum lulus. Namun ada beberapa yang bahkan sampai sekarang masih saling memberi kabar. Waktu kelas 5 di pondok, aku menjadi pengurus pramuka. Ketika menjadi pengurus pramuka itulah, aku mempunyai sahabat baru lagi. Namanya asiah dan elvin. Asiah anaknya cerewet, pinter dan seru abis. Elvin juga pinter, agak pendiam tapi kalau sudah ikutan bercanda, kita bisa ketawa terus.
Di antara kita bertiga, asiah yang paling gaul. Kayanya, tidak ada adik kelas yang tidak kenal dia. Sama adik-adik kelas, dia di panggil kak cieh. Suatu hari, dia punya ide untuk merubah nama panggilan aku dan elvin. Biar kompak, nama panggilan kita memakai awalan huruf c juga. Jadilah cieh, cvien dan cnied. Memang tidak enak di dengar, tapi lama-lama, kita jadi terbiasa. Kemana-mana selalu bertiga bahkan sampai kita buat baju yang kembar [kaya anak panti aja deh..]. Kompak banget, sampai kita pernah di marahin guru pembimbing kepramukaan, karena dianggap membuat gank. Padahal, kita tetap bergaul dengan teman-teman lain loh. Cieh dan cvien juga punya sahabat lain di luar persahabatan kita bertiga, termasuk aku. Ada mba endah, mba lala, kak ertina, arum, lili, sis farid, umay, novrosy, balon, memen [duileh, ngabsen kali ya??] dan lainnya.
Coretan dan surat mereka lah yang aku temukan semalam. Yang paling banyak, dari cieh dan sis farid. Aku memang dekat sekali sama mereka. Bahkan sampai sekarang masih sering smsan. Isi surat dan coretan beragam banget. Ada yang lucu, kasih semangat, nasehat, curhat, atau cuma sekedar "aku sayang kamu" [hehehe…]. Ada coretan dari cvien yang isinya "all begining is difficult but nothing is imposible" [setuju say…]. Atau coretan mba endah "ini adaah masa2 bahagia qtha di coord tercinta. Suatu episode cerita hidup qtha yang takkan pernah terlupa. Coord 2001 always in our heart" [ga akan mba…]. Juga dari mba lala yang intinya "don’t forget me ya nid…rasa2nya susah ngelupain temen yg makan cuma 2x sebulan" [ya ampyun mba..apa dulu aku bener2 susah makan yach???]. Bahkan ada juga surat kecil yang isinya "kamu marah ya sama aku??" [bener2 ga tau ini dari siapa, cz ga ada namanya..].
Dalam salah satu suratnya, cieh nulis "gimana ngajarnya?! masih BT and bikin kamu syebel kaya’ kemanin ngga’?! Tentunya kamu udach bisa nyesuaiin ama keadaan mereka yang suka jerit", naik" keatas meja dll. But…bukan berarti kamunya juga harus ikutan jerit" and naik" keatas meja donk. Kan nggak lucu kalo’ ibu guru mo’ nyaingin muridnya. Entar bukannya jadi SDI tapi SDGIG alias sekolah dasar guru ikut gila" [jawaban dari suratku yang isinya curhat jadi guru SD…]. Siapa yang tidak ngakak baca surat yang kayak gini??. Kalau surat dari sis farid, isinya lebih serius [mungkin karena dia lebih tua dari aku yah…], curhat dan kabar-kabar terbaru dari pondok. Tapi, membacanya lagi membuat aku tersenyum.
Sekarang aku sudah punya sahabat lagi, tentunya, tanpa melupakan mereka semua. Ada juga sich, coretan-coteran dari dia. Salah satunya "when i felt so sad, u light the dark around me, u always make me smile again" [aduh nek….jadi GR niy..]. Apapun isi coretan dan suratnya [minumannya teh…..???eh, puasa ding..], intinya meraka sayang dan senang bersahabat dengan aku. Maka, sekarang, aku ingin mereka pun tau, bahwa aku sangat senang dan bangga menjadi sahabat mereka. Apapun yang terjadi, tidak akan membuat aku lupa bahwa aku pernah mempunyai sahabat yang hebat seperti kalian semua. Sampai kapan pun, aku juga sayang kalian.