coretankuAugust 12, 2008 11:29 pm
Ritual 17 Agustusan vs Ritual Nisfu Sya’ban
Banyak sekali acara yang diselenggarakan menyambut hari kemerdekaan indonesia pada 17 Agustus. Lomba yang diadakan antar warga, RT, RW maupun antar kampung. Dari lomba makan kerupuk, balap karung, peragaan busana daerah, gerak jalan, tarik tambang, sepak bola, bulu tangkis, tari balon, baca puisi sampai menyanyi. Dan yang tidak ketinggalan adalah panjat pinang yang sudah menjadi tradisi tahunan. Seakan tidak sah acara 17 Agustusan tanpa panjat pinang. Inovasi pun dilakukan untuk lomba yang satu ini. Lihat saja hadiah yang ditawarkan. Dari mulai tv, sepeda, radio, voucher belanja, sampai uang ratusan ribu. Bandingkan saja dengan uang pecahan seratus rupiah yang dulu sering ditawarkan [hehehe…hari gini??mana ada yang mau??]
Itu semua adalah ritual tahunan yang tidak pernah dilewatkan oleh semua warga indonesia. Tua muda, ibu bapak, kakek nenek, kaya miskin. Ada yang menikmati hadiah karena memenangkan lomba, ada juga yang hanya menikmati tontonan yang sangat menghibur. Atau, kita bisa menyaksikan pengibaran bendera merah putih di istana negara dari rumah tanpa harus berpanas-panas. Yang terakhir adalah ritual yang sudah hampir 25 kali aku lakukan tanpa pernah bosan. Ikut bangga menyaksikan pasukan pengibar bendera yang sudah dengan susah payah berlatih untuk mengibarkan bendera merah putih berhasil menjalankan tugasnya.
Nah, sekarang nisfu sya’ban. Apa sih nisfu sya’ban itu?? Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Kata orang-orang tua sih [sok muda banget neh..jadi nggak enak..], malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru. Jadi, Allah akan mulai mencatatkan takdir kita selama satu tahun kedepan. Apakah kita selama setahun kedepan akan bahagia, sedih, sehat atau sakit?? wallahu a’lam.
Banyak ritual yang dilakukan orang pada nis’fu sya’ban. Salah satunya adalah puasa selama 3 hari pada tanggal 13, 14 dan 15 sya’ban. Dan pada malam nisfu sya’bannya, ada yang mengaji surat yasin sebanyak 3 kali selain sholat tahajjud tentunya. Untuk apa sih?? Supaya Allah mencatatkan takdir kita diawali dengan hal yang baik. Ada 3 hal yang bisa kita minta yaitu,
1. Ketetapan iman dan islam. Maksudnya supaya Iman kita tidak naik turun [kaya lift aja dey..]. Iman kita selalu naik dan kita tidak menyimpang dari ajaran islam.
2. Panjang umur sehat wal afiat supaya kita bisa terus beramal sholeh.
3. Rizki yang banyak, halal dan barokah.
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini bertepatan dengan nisfu sya’ban. Ritual lomba 17 Agustusan sudah dimulai bahkan jauh sebelum tanggal 17 Agustus. Sedangkan hari jum’at, yang biasa menjalankan ritual nisfu sya’ban baru akan memulainya. Nah, bagi yang tidak biasa menjalankan ritual yang satu ini, kenapa tidak mulai mencoba? Seandainya semua umat islam di Indonesia melakukannya, bukan tidak mungkin Allah akan menakdirkan perubahan yang berarti pada negara kita ini. Ya paling tidak, kalau tiap individu yang melakukan ritual nisfu sya’ban memiliki keimanan yang baik dan tidak menyimpang dari ajaran islam, tidak akan ada lagi orang yang korupsi. Negara tidak semakin miskin, pendidikan menjadi murah dan negara semakin maju. Mari, kita coba. Untuk perubahan diri sendiri dan untuk perubahan Indonesia.

Wah. untung diingatin, hampir aja lupa
kata orang madura tuh obe’en buku (pergantian buku)
Comment by zul — August 13, 2008 @ 1:29 am
lumayan mencerahkan nih postingan kali ini. aku mo ikut puasa juga ah. kemarin dah ikut banyak lomba2 ‘gak jelas’ di kantor
. tapi bsk dah terlanjur lomba futsal
. puasanya bsknya lagi aj :p
Comment by the kobo — August 14, 2008 @ 12:31 pm
nisfu sya’ban dan 17 agustus-an…hmmm…apa hubngan’na ya? oia!bnyk kalangan blg nisfu sya’ban=ritual bid’ah…bagiku, jstru yg bid’ah2 itu yg ngingetin kl manusia tu kreatif kan…smcam representasi dr kebebasan/kmerdekaan utk brkreasi…jadi brgX qt perlu mmproklamirkan diri dngan “ahlus sunnah wal bid’ah al-hasanah” (asbidnah)…slmt tinggal “aswaja”!!hahaha
Comment by tijany — August 26, 2008 @ 3:03 pm