Beberapa hari yang lalu, aku dan mama ngobrol sama ibu belakang rumah. Biasalah…namanya juga hidup bertetangga, boleh dung ngobrol-ngobrol. Kita lagi ngobrolin masakan, harga-harga yang makin mahal. Dari hal-hal yang penting, sampai yang nggak penting diomongin. Nggak lama, mbak menik [tatanggaku juga neh..] ikutan nimbrung.
Dengan semangat tapi penuh keprihatinan [gimana tuh???], dia cerita kalau baru aja mergokin 4 anak tetanggaku "memalak" anak seberang rel. Bukan cuma diambil uangnya oleh keempat anak tetanggaku itu, mereka berempat sempat mukulin anak yang dipalak itu. Masyaallah….ko bisa yah anak-anak itu berbuat sampai seperti itu??. Akhirnya kita semua sepakat, bahwa sinetron-sinetron sekarang yang banyak adegan kekerasannyalah penyebabnya.
Datanglah mbak ninik, tetangga depan rumahku yang punya anak TK. Ikutan nimbrung karena tadi sempat melihat mbak menik marahin keempat anak itu dan mengancam diadukan ke orang tua masing-masing [setuju…setuju…]. Lalu mbak ninik cerita, katanya jangankan anak SD, anak TK yang sekolah bareng anaknya aja sudah pada pinter malak. Ckckckck….gileee…..
Benar-benar memprihatinkan yah, anak seusia TK aja sudah punya mental preman. Gimana nanti kalau sudah besar?? Tapi semoga mereka semakin menjadi anak baik deh. Kan masa depan ada ditangan mereka juga. Untuk pemerintah kita nih, gimana kalau tayangan-tayangan yang nggak berguna dibumihanguskan aja??. Biar anak-anak kecil yang belom tau apa-apa, nggak meniru hal yang salah apa lagi sampai mempraktekkannya. Ada yang setuju pendapat aku??

setuju banget deh….
sinetron-sinetron indonesia telah membuat mental anak-anak kecil indonesia semakin merosot…….
bahkan,,lewat sinetron, anak-anak sekarang dah mulai pacaran…….
wah..sesuatu hal yg sangat menggelikan…
anak-anak indonesia dididik secara tidak langsung menjadi dewasa oleh sinetron-sinetron yg ada distasiun tv saat ini……
weleh…weleh……..
Comment by parlin — June 13, 2008 @ 9:06 pm
masih meding cuma cerita,aku sendiri pernah di plak anak2 tk,mereka dg gya sok preman.mas2 jalok dwite lek gak di kek i tak jelok no bolo ku lo? asli lucu banget
Comment by Al Haq — June 22, 2008 @ 2:11 am
saya sendiri sudah 2 tahun ni ndak punya tipi dirumah.. dan memang ndak saya sediakan tipi.. so far itu masih cara terbaik menghindari tayangan ndak bagus itu.
Comment by ame268 — June 27, 2008 @ 11:47 am
yup setuju … emang sinetron harus diatur tuh ..
Comment by tintin — July 1, 2008 @ 3:24 pm
Loh.. waktu kulihat u punya blog yg terbayang tuh isinya bahasa arab semua … he.he..
masukin link ku yah.. numpang keren deh kalo u kereeen abis .. sampai udah habisss ..
ga ding!!
Comment by herux — July 29, 2008 @ 4:02 pm
awalnya sinetron indonesia, tapi g kerasa film-film hasil garapan luar seperti HBO dan sejenisnya udah merasuki anak-anak nusantara, dampaknya berawal dari sinetron indonesia yang buwt penesaran,buka peluang untuk nyoba cari cannel yang Hotspot, bernilai sundal. hanya orang tua sianak yang bisa menjadi tameng pergaulan anak, yakni pemebrian pemahaman tentang nilai-nilai sosial serta religius…semoga kita mampu..amiin. tuhan sayangi, ( sabda. di Papua )
Comment by karmin — August 2, 2008 @ 8:11 am
ada anekdotnya tuh mbak. begini:
suatu hari si tono yang lagi berangkat sekolah ngeliat dua anak kucing yang sedang berkelahi. sesampainya di sekolah dia lalu menceritakan lagi peristiwa yang diliatnya itu kepada gurunya, pak tono. nah pak tono bilang begini sama si tono, “setelah kamu ngeliat kejadian berantem anak-anak kucing itu, apa kamu langsung memisahkannya?”
“tentu tidak pak.”
“lho kenapa?”
“karena mereka kan anak-anak. jadi wajar dong kalau berkelahi.”
Comment by noel — August 13, 2008 @ 3:46 pm