Sejak mesin penggiling menggantikan alu dan lesung penumbuk padi, bekatul sebagai hasil samping penggilingan padi diperoleh dari lapisan luar karyopsis beras. Meskipun bekatul tersedia melimpah, namun pemanfaatannya untuk konsumsi manusia masih terbatas. Bekatul identik sebagai bahan pakan ternak, seperti sapi, ayam, bebek, bukan bahan pangan kita. Padahal di dalamnya terdapat banyak zat gizi penting yang baik untuk kesehatan.
 
Bekatul kaya akan vitamin B, vitamin E, asam lemak esensial, serat pangan, protein, oryzanol, dan asam ferulat. Secara umum, vitamin B15 membantu menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh. Vitamin ini diperlukan dalam proses metilasi untuk pembentukan berbagai hormon, misalnya hormon steroid dan adrenalin. Inilah yang bisa menjelaskan efek bekatul terhadap gangguan-gangguan kesehatan.
 
Dr. Muchsin Doewes, dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, pernah meneliti pengaruh bekatul terhadap gangguan perlemakan hati. Hasilnya, bekatul terbukti bisa mencegah timbulnya masalah liver ini. Penelitian itu juga membuktikan bahwa efek bekatul lebih baik dibandingkan
dengan vitamin B15 tunggal.
 
Sebelum menjadi beras, gabah melewati 2 - 3 tahap penggilingan. Proses pertama hanya membuang sekam, menghasilkan beras pecah kulit (PK). Pada tahap ini, beras PK masih bercampur dengan sekitar 12% gabah yang sekamnya belum terkupas. Agar betul-betul bersih, beras campur gabah ini masih harus masuk mesin penggilingan 1 - 2 kali lagi.
 
Karena bolak-balik digiling, lapisan kulit ari ikut terbuang menjadi dedak (campuran antara bekatul dan sekam halus). Agar bekatul terpisah dari sekam, dedak harus diayak lebih dulu. Semakin halus ayakan, bekatul semakin terpisah. Sayangnya, semakin halus ayakan, hasilnya pun semakin sedikit. Setelah diayak, bekatul ini siap dikonsumsi sebagai makanan tambahan.
 
Karena mengandung asam lemak tak jenuh, bekatul bisa tengik selama masa penyimpanan.  Supaya lebih tahan lama, bekatul bisa disangrai lebih dulu untuk membunuh mikroba.  Agar lebih awet lagi, sebaiknya disimpan di lemari es. Meski begitu, bekatul tetap tidak dianjurkan untuk disimpan lama-lama.
 
Adapun bekatul, dapat mengobati penyakit seperti:
1. Penyakit Asma (Bengek)
2. Penyakit basedov/hipertiroid
3. Diabetes melitus
4. Obesitas.
5. Kista ovarium.
Untuk mengobati penyakit, dosis yang dianjurkan 2x1 sdm tiap pagi dan sore. Bila perlu dosis dapat ditambah 3x1 sdm tiap pagi, siang dan sore atau 2x2 sdm tiap pagi dan sore, atau 3x2 sdm tiap pagi, siang dan sore.
 
Efek Samping
1. Kadang-kadang terjadi diare pada permulaan konsumso bekatul, tetapi selanjutnya akan biasa lagi. Kalau masih diare, kurangi dosisnya, misalnya setengah sdm tiap sore untuk penyesuaian.
2. Kadang-kadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi), Disarankan makan pepaya atau campur bekatul dengan agar-agar.
3. Kadang-kadang muncul rasa mual pada penderita maag. Kepada mereka disarankan mengasup bekatul yang lebih enceer dan jangan sekaligus, misalnya 1 sdm dicampur dengan 1 gelas air minum atau agar-agar. Dengan cara ini sakit maag akan berkurang, bahkan berangsur-angsur menyembuh.