dengan vitamin B15 tunggal.
1. Penyakit Asma (Bengek)
2. Penyakit basedov/hipertiroid
3. Diabetes melitus
4. Obesitas.
5. Kista ovarium.
Untuk mengobati penyakit, dosis yang dianjurkan 2x1 sdm tiap pagi dan sore. Bila perlu dosis dapat ditambah 3x1 sdm tiap pagi, siang dan sore atau 2x2 sdm tiap pagi dan sore, atau 3x2 sdm tiap pagi, siang dan sore.
1. Kadang-kadang terjadi diare pada permulaan konsumso bekatul, tetapi selanjutnya akan biasa lagi. Kalau masih diare, kurangi dosisnya, misalnya setengah sdm tiap sore untuk penyesuaian.
2. Kadang-kadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi), Disarankan makan pepaya atau campur bekatul dengan agar-agar.
3. Kadang-kadang muncul rasa mual pada penderita maag. Kepada mereka disarankan mengasup bekatul yang lebih enceer dan jangan sekaligus, misalnya 1 sdm dicampur dengan 1 gelas air minum atau agar-agar. Dengan cara ini sakit maag akan berkurang, bahkan berangsur-angsur menyembuh.
Buku ini adalah panduan empatik mengarang fiksi atau menulis.Buku ini mengupas seluk beluk kepenulisan. Yang unik dari buku ini adalah menyajikan berbagai nasehat praktis menulis maupun saran-saran yang dapat memberi semangat untuk menulis dalam bentuk surat-menyurat fiktif antara penulis dan editor. Dengan buku ini, diharapkan membuat emosi kita dalam menulis menjadi berwarna, kaya raya, dan siap untuk meluncurkan ide-ide yang tidak hanya satu.
Kiat-kiat yang diberikan dalam buku ini juga layak disimak. Dari bagaimana cara mencari ide cerita dan berimajinasi, cara mengawali dan mengakhiri cerita, sampai mengirimkan naskah yang sudah selesai di buat ke majalah atau penerbit. Semua itu di bahas dalam buku ini dengan bahasa yang mudah di pahami.
Yang paling aku suka dalam buku ini adalah ketika penulis menerangkan tentang penggunaan kata sifat dan kata keterangan. Karena menurutnya, kata sifat layaknya api. Kecil jadi teman, besar jadi lawan. Jadi seoarang penulis tidak boleh berlebihan dalam memberikan kata sifat, biar kisah yang sedang di buatnya tidak kehilangan nyawa. Walau pun, ada satu hal juga yang tidak aku setujui yaitu mengesampingkan pekerjaan rumah tangga karena dedikasi pada panggilan hidup sebagai penulis.
Menurut penulis, kapan pun ide itu muncul, tulis saja, tidak perduli apa yang sedang kita lakukan. Menurut aku, ada cara lain yang lebih baik. Kita buat jadwal menulis setaip harinya. Misalkan menulis setiap pagi. Sedangkan jika mendadak mempunyai ide tulisan, kita tulis pada kertas atau buku yang sudah kita sediakan sehingga pekerjaan lain tidak terbengkalai.
Penulis, tentu saja tidak perlu di ragukan lagi dalam dunia kepenulisan. Selain menjadi pengajar yang sangat berpengalaman, Dia sudah menghasilkan tiga novel serta tiga kumpulan cerpen dan buku yang memberikan inspirasi bagi penulis. Dia juga seorang editor untuk dua antologi. Bagi kamu-kamu yang mau belajar menulis, buku karya Carmel Bird yang di terbitkan Kaifa ini layak di baca. Atau…mau pinjem juga boleh kok…
Setelah sekian lama, akhirnya pengumuman dosen pembimbing skripsiku di tempel juga. Hampir tiga minggu setelah seminar. Waktu itu, aku dan whidha mau menyerahkan revisi proposal judul kita di BAAK [hehe…kita juga telat…sih]. Lucunya, ketika akan menyerahkan revisi, revisinya whidha tertinggal di rumah [ckckck…aduh nek….ko pikun]. Kita dapat pembimbing yang sama.
Pembimbing pertama namanya pak Henry. Dosen ini sangat menyenangkan, bisa dibilang dosen favorit. Mungkin karena tidak pelit terhadap nilai. Atau mungkin juga cara mengajarnya yang asyik sehingga tidak membosankan. Tapi, beliau sibuk sekali dan beliau juga mengajar di UM sehingga jarang terlihat di kampus. Pertama kali konsultasi, aku dan whidha kerumahnya. Karena baru pertama kali ke sana, kita sukses nyasar hehehe..
Pembimbing kedua, pak Yerry. Mmm…Beliau bisa dikatakan dosen killer. Tapi kalau menurut aku, beliau sangat tegas dan disiplin. Nasehat teman-teman semester atas, jangan sampai macam-macam sama beliau. Karena bisa dapat nilai yang jelek atau bahkan tidak lulus beberapa kali dalam mata kuliah yang di ajarkan. Tugas yang diberikan sangat banyak dan harus presentasi langsung ke beliau. Ketika presentasi, pertanyaannya sangat detail, jadi harus bener-bener siap.
Tapi untungnya, dengan cara beliau mengajar yang seperti itu, membuat aku terpacu dan bertekad lulus dalam semua mata kuliah yang di ajarkan. Dan hasilnya, aku selalu lulus. Makanya, aku pilih beliau jadi pembimbing, biar aku terpacu untuk cepat menyelesaikan skripsiku dengan baik. Mohon do’a dari semuanya yah….
Buku “Pleidoi Sastra Cerpen Langit Makin Mendung” [bag 1]
Karena telah bosan sebagai "pensiunan nabi" di surgaloka, maka para nabi mengajukan petisi kepada Tuhan untuk turba (turun bawah) ke bumi. Sebagai penandatangan pertama, Muhammad dari madinah, saudi arabia yang bi bumi dikenal sebagai Muhammad SAW, dipanggil menghadap Tuhan. Tuhan setelah membaca petisi tersebut "geleng-geleng kepala" tidak habis pikir pada ketidak puasan di benak manusia. Setelah berdialog dengan Nabi Muhammad tentang maksudnya mengadakan riset di bumi yang dikarenakan semakin sedikit umat Muhammad yang masuk surga, maka Tuhan pun mengabulkan petisi tersebut. Sebelumnya Tuhan berpesan supaya Nabi muhammad menghadap Sulaiman untuk membuat surat jalan.
Sebelum berangkat, terjadi kesibukan luar biasa di surga. Seperti serah terima jabatan Ketua kelompok Grup Muslimin dimana Abubakar tercantum sebagai pihak penerima. Ketika waktu pemberangkatan tiba, seluruh penghuni surga mengantar ke lapangan terbang. Nabi Adam selaku sesepuh, di daulat untuk memberikan sambutan. Berangkatlah Nabi Muhammad dengan mengendarai buraq, yang dulu digunakan untuk mi’raj. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad didampingi oleh malaikat Jibril yang sudah tua, terengah-engah mengikuti dari belakang.Ditengah perjalanan, buraq bertabrakan dengan sputnik buatan rusia yang tidak memiliki rem, sehingga baik buraq maupun sputnik hancur berkeping-keping.
Untungnya, Nabi Muhammad dan malaikat Jibril tersangkut di awan yang empuk bagaikan kapas. Di atas awan, Nabi mengira berada diatas neraka. Namun Jibril menjelaskan bahwa mereka berada di bagian bumi yang paling durhaka. Jakarta, ibukota sebuah negeri dengan 100juta rakyat yang malas dan bodoh. Lalu, Muhammad dan Jibril mengubah diri mereka menjadi ‘elang’ yang terbang ke segala penjuru Jakarta, menyaksikan segala bentuk ‘kebejatan’ yang terjadi. Mulai dari pengeroyokan terhadap seorang copet, juga adengan mesum yang makin merajalela di Stasiun Senen.
Cerpen ini juga menceritakan kejadian-kejadian politik dan sosial di Indonesia menjelang terjadinya pemberontakan Gestapu/PKI dengan pemegang peran utama Soekarno, Subandrio [Perdana Mentri Togog], Dubes RRC untuk Indonesia, dan lainnya. Cerita ini diakhiri dengan bagaimana kemelut Indonesia yang terjadi pada waktu itu dan tidak bisa di selesaikan dengan baik oleh Soekarno. Mungkin inilah, alasan pembuatan cepen "Langit Makin Mendung".
