Aku bukannya akan menceritakan sahabatku yang biasa aku panggil nenek. Tapi ini cerita tentang seorang nenek [benar-benar sudah tua loh…] yang aku temui di salah satu angkot. Tepatnya kemarin sore, aku dan sahabatku [yg aku panggil nenek hehehe…] dalam perjalanan dari karanglo ke singosari. Angkotnya waktu itu tidak terlalu penuh, sehingga supir masih berhenti lama untuk menunggu penumpang lain. Dalam angkot ada seorang anak kecil dan ibunya, seorang nenek di pojok kiri, sedangkan aku dan sahabatku, duduk di sebelah kanan.
Diluar angkot, kernet masih saja mencari penumpang. Sambil menunggu angkot penuh, aku dan sahabatku ngobrol. Ngobrolin apa saja yang penting bisa nyambung dan ketawa. Tanpa memperhatikan, sang nenek yang duduk di pojok kiri, sedang bingung mencari sesuatu. Bergantian membuka kantong bajunya, atau tas karung yang di bawanya. Tapi sepertinya, barang yang di cari tidak ketemu juga. Lama-lama penasaran juga, kira-kira nenek ini lagi nyari apa ya?? batinku. Tapi tiba-tiba, nenek ini teriak, "mas, iku dompetku!!". Nenek itu turun dari angkot untuk mengambil dompetnya yang diketemukan kernet.
Ternyata nenek tadi kehilangan dompetnya. Begitu kembali duduk di angkot, tak henti-hentinya sang nenek mengucap syukur. Katanya, uang di dompetnya sekitar 40ribu. Tapi menurut aku, uang itu pastilah cukup banyak bagi nenek itu dan cukup untuk belanja beberapa hari. Karena, dari penampilannya [memang sih, penampilan bisa menipu], nenek itu bisa di katakan kurang mampu. Apa lagi melihat kepanikan nenek mencari dompetnya, pastinya uang itu sangat dibutuhkan [emang ada yang ga butuh duit??hehehe…]. Dalam hati aku ikut bersyukur untuk nenek tersebut. Memang, kalau sudah rizqinya, tidak mungkin kemana-mana.
