cerita2...September 29, 2007 1:06 am

Yup, akhirnya sekelas jadi juga buka bersama. Seharusnya minggu lalu, tapi ayah dari salah seorang teman sekelas meninggal, jadi tidak mungkin langsung diadakan. Lagi pula, teman-teman harus melayat ke sana dan aku harus ke ngawi. Hari rabu, aku sudah terima uang dari urunan teman-teman. Aku juga bilang ke mereka supaya datang kamis pagi untuk membersihkan tempat buka bersama yaitu kantor di samping rumah. Kantor memang harus di bersihkan, karena debunya sudah kelewat tebal sedangkan dua penghuni kantor yang cantik pada sibuk [hehe..alasan aja nih..]. 

Kamis pagi sekitar jam 6, aku sama mama sudah berangkat ke pasar. Sebelum ke pasar, aku  mengingatkan teman-teman lagi untuk datang jam 7. Pulang dari pasar, hanya whidha yang sudah menunjukkan batang hidungnyaemoticon. Jadi, mama, aku, kakakku dan whidha yang mengolah masakan. Tak lama, datanglah nova dan ibunya. Niat ibunya sih, mau membantu, tapi nova malah membuat kericuhan. Maksudnya, semuanya jadi ninggalin masak dan memilih gendong si nova yang gemesin.

Sekitar jam 9, barulah norma dan hanan datang. Norma langsung aku suruh bantu masak, sedangkan hanan, aku suruh nyapu. Ternyata hasil nyapunya bersih juga, mungkin takut punya istri yang brewokan hehe. Jam 10, datang lagi bala bantuan. Yudi dan tri. Tanpa buang-buang waktu, aku sediakan kain pel dan aku suruh yudi ngepel. Sedangkan tri, aku beri tugas membersihkan kamar mandi. Ternyata, cara yudi ngepel tidak biasa [menurutku sih..], air di tumpah ke lantai baru kain pel digunakan untuk mengeringkannya. Terpaksa, aku turun tangan.

Tak lama, kantor bersih dari segala macam debu. Hasilnya tidak mengecewakan. Salut banget sama mereka, ternyata mereka berbakat juga. Lalu mereka main sama nova. Tapi tidak lama, tri dan hanan berangkan ke stiki karna ada urusan. Yudi juga sudah akan pulang, tapi aku suruh menghaluskan kentang yang sudah di goreng ike [oiya…ike juga ada yah..]. Setelah halus semua, di bentuk menjadi perkedel dan lagi-lagi yudi yang menggorengnya [ternyata banyak juga kerjaan dia…]. Ketika tri dan hanan datang lagi, aku suruh juga menghaluskan cabe untuk sambal. Pokoknya, acara masak-memasak  sama teman-teman sangat menyenangkan. Mungkin karena sambil bercanda, ngobrol dan main sama nova. Saking capek main sama teman-teman, nova sampai tidur di pangkuanku.

Sorenya, makanan sudah matang semua. Tinggal menyajikan. Tidak di sangka, datang tamu yang tak di undang [hehe…bahasanya nggak enak banget ni..], tapi membuat aku dan whidha seneng banget. Gimana tidak, lah yang datang adalah teman-teman pondok. Elya, titis, toipeh, hani, dan lely. Tapi, acara temu kangennya di tunda, karena aku dan whidha masih harus menyiapkan makanan berbuka untuk teman-teman kampus yang baru datang rombongan.

Akhirnya, waktu berbuka datang juga. Dengan membaca bismillah, kita semua menyantap kolak pisang dan kacang hijau. Tidak ada suara yang terdengar. Semua khusyuk dengan gelasnya masing-masing. Setelah selesai makan kolak, baru terdengar canda tawa dari teman-teman. Tidak lama sih, lalu kita semua bersiap sholat. Selesai sholat, makan malam dihidangkan. Soto, ayam, perkedel, tempe dan tak lupa sambal [sederhana sih, tapi enyaaakkk…]. Bukannya langsung makan, hidangan malah di liatin saja. Kayaknya mereka sungkan [aduh guys…hari gini sungkan???…]. Tanpa pikir panjang, aku maju ngambil piring, untungnya mereka langsung mengikuti [kalau tidak, malu dech gue…].

Selesai makan, acara cuci piring tidak bisa di hindari. Tapi titis dan elya sudah menempati pos mencuci [asiikk..emoticon]. Maka, aku membungkuskan makanan untuk tema-teman yang ngekos. Setelah teman kampus pulang, tinggal lah teman-teman pondok. Baru kita bisa melepas kangen. Tapi tidak lama, mereka pulang juga. Semoga tahun depan bisa bertemu ramadhon kembali dan tentunya membuat acara buka bersama lagi yang lebih seru dan menyenangkan.

cerita2...September 28, 2007 11:40 pm

Biasanya, bulan puasa bawaannya males terus. Pinginnya tidur saja. Untuk menghindarinya, sebisa mungkin cari kegiatan lain. Yang pastinya, kegiatan yang berguna, itung-itung nambah pahala [yee…]. Contohnya tadarusan. Sudah sekitar 4 th ini, aku sekeluarga tadarus bareng setiap pagi. Mulai sehabis subuh sampai jam 6. Karena bareng-bareng, sekarang sudah sampai jus 22, jadi sebelum akhir puasa bisa khatam lagi. Memasuki akhir bulan [biasanya mulai 10 hr terakhir], sekeluarga membaca surat yasin sebanyak 41 kali.

Tahun ini, aku juga mulai ngajar lagi [belajar bareng ding…]. Belum lama sih, baru 3 minggu. Ngajar anak panti yang kebetulan dekat dengan rumah. Kalau dulu ngajar anak SD, sekarang beragam. Dari yang MI sampai Aliyah. Apa lagi yah?? Oya, baca buku [kalau baca buku mah, memang kegiatan dari dulu] dan nulis.  Sekarang, baca buku bukan sekedar untuk diri sendiri. Setelah di baca, masukkan di blog ini. Tapi, baru beberapa yang aku masukkan. Mungkin karena masih belajar nulis, jadi kadang bingung mau mulai dari mana.

Chat sama temen-temen [pakai cela-celaan, kira-kira dosa ga??…] sambil ngisi blog atau belajar. Belajar apa saja dey, yang penting tidak bengong atau molor terus. Dan yang paling penting, mempersiapkan hidangan buka puasa [niat amat dech..]. Untuk keluarga atau buka bersama dengan teman-teman sekelas. Kebetulan, tahun ini, aku yang jadi tuan rumah [cerita serunya, ada di postingan selanjutnya yah…]. Memang kegiatan aku ini biasa banget, tapi aku berharap bisa melakukannya lagi tahun depan [amin..]. Dengan catatan, harus menambah lagi kegiatan yang lain. Kan, hari esok harus lebih baik dari pada hari sebelumnya. Apalagi tahun depan. Betul tidak???emoticon      

coretankuSeptember 26, 2007 12:39 am

Semalam aku membongkar-bongkar semua catatan kuliah. Tanpa sengaja, malah menemukan coretan maupun surat-surat dari sahabat-sahabatku. Sudah lama sekali berlalu, tapi begitu membaca coretan dan surat tadi, aku jadi ingat kenangan-kenangan bersama mereka. Senang, sedih, tawa, tangis. Sebenarnya, kebanyakan sahabat aku pindah sebelum lulus. Namun ada beberapa yang bahkan sampai sekarang masih saling memberi kabar. Waktu kelas 5 di pondok, aku menjadi pengurus pramuka. Ketika menjadi pengurus pramuka itulah, aku mempunyai sahabat baru lagi. Namanya asiah dan elvin. Asiah anaknya cerewet, pinter dan seru abis. Elvin juga pinter, agak pendiam tapi kalau sudah ikutan bercanda, kita bisa ketawa terus. 

Di antara kita bertiga, asiah yang paling gaul. Kayanya, tidak ada adik kelas yang tidak kenal dia. Sama adik-adik kelas, dia di panggil kak cieh. Suatu hari, dia punya ide untuk merubah nama panggilan aku dan elvin. Biar kompak, nama panggilan kita memakai awalan huruf c juga. Jadilah cieh, cvien dan cnied. Memang tidak enak di dengar, tapi lama-lama, kita jadi terbiasa. Kemana-mana selalu bertiga bahkan sampai kita buat baju yang kembar [kaya anak panti aja deh..]. Kompak banget, sampai kita pernah di marahin guru pembimbing kepramukaan, karena dianggap membuat gank. Padahal, kita tetap bergaul dengan teman-teman lain loh. Cieh dan cvien juga punya sahabat lain di luar persahabatan kita bertiga, termasuk aku. Ada mba endah, mba lala, kak ertina, arum, lili, sis farid, umay, novrosy, balon, memen [duileh, ngabsen kali ya??] dan lainnya.

Coretan dan surat mereka lah yang aku temukan semalam. Yang paling banyak, dari cieh dan sis farid. Aku memang dekat sekali sama mereka. Bahkan sampai sekarang masih sering smsan. Isi surat dan coretan beragam banget. Ada yang lucu, kasih semangat, nasehat, curhat, atau cuma sekedar "aku sayang kamu" [hehehe…]. Ada coretan dari cvien yang isinya "all begining is difficult but nothing is imposible" [setuju say…]. Atau coretan mba endah "ini adaah masa2 bahagia qtha di coord tercinta. Suatu episode cerita hidup qtha yang takkan pernah terlupa. Coord 2001 always in our heart" [ga akan mba…]. Juga dari mba lala yang intinya "don’t forget me ya nid…rasa2nya susah ngelupain temen yg makan cuma 2x sebulan" [ya ampyun mba..apa dulu aku bener2 susah makan yach???]. Bahkan ada juga surat kecil yang isinya "kamu marah ya sama aku??" [bener2 ga tau ini dari siapa, cz ga ada namanya..].

Dalam salah satu suratnya, cieh nulis "gimana ngajarnya?! masih BT and bikin kamu syebel kaya’ kemanin ngga’?! Tentunya kamu udach bisa nyesuaiin ama keadaan mereka yang suka jerit", naik" keatas meja dll. But…bukan berarti kamunya juga harus ikutan jerit" and naik" keatas meja donk. Kan nggak lucu kalo’ ibu guru mo’ nyaingin muridnya. Entar bukannya jadi SDI tapi SDGIG alias sekolah dasar guru ikut gila" [jawaban dari suratku yang isinya curhat jadi guru SD…]. Siapa yang tidak ngakak baca surat yang kayak gini??. Kalau surat dari sis farid, isinya lebih serius [mungkin karena dia lebih tua dari aku yah…], curhat dan kabar-kabar terbaru dari pondok. Tapi, membacanya lagi membuat aku tersenyum.

Sekarang aku sudah punya sahabat lagi, tentunya, tanpa melupakan mereka semua. Ada juga sich, coretan-coteran dari dia. Salah satunya "when i felt so sad, u light the dark around me, u always make me smile again" [aduh nek….jadi GR niy..]. Apapun isi coretan dan suratnya [minumannya teh…..???eh, puasa ding..], intinya meraka sayang dan senang bersahabat dengan aku. Maka, sekarang, aku ingin mereka pun tau, bahwa aku sangat senang dan bangga menjadi sahabat mereka. Apapun yang terjadi, tidak akan membuat aku lupa bahwa aku pernah mempunyai sahabat yang hebat seperti kalian semua. Sampai kapan pun, aku juga sayang kalian.        

cerita2...September 25, 2007 1:26 am

Aku bukannya akan menceritakan sahabatku yang biasa aku panggil nenek. Tapi ini cerita tentang seorang nenek [benar-benar sudah tua loh…] yang aku temui di salah satu angkot. Tepatnya kemarin sore, aku dan sahabatku [yg aku panggil nenek hehehe…] dalam perjalanan dari karanglo ke singosari. Angkotnya waktu itu tidak terlalu penuh, sehingga supir masih berhenti lama untuk menunggu penumpang lain. Dalam angkot ada seorang anak kecil dan ibunya, seorang nenek di pojok kiri, sedangkan aku dan sahabatku, duduk di sebelah kanan.

Diluar angkot, kernet masih saja mencari penumpang. Sambil menunggu angkot penuh, aku dan sahabatku ngobrol. Ngobrolin apa saja yang penting bisa nyambung dan ketawa. Tanpa memperhatikan, sang nenek yang duduk di pojok kiri, sedang bingung mencari sesuatu. Bergantian membuka kantong bajunya, atau tas karung yang di bawanya. Tapi sepertinya, barang yang di cari tidak ketemu juga. Lama-lama penasaran juga, kira-kira nenek ini lagi nyari apa ya?? batinku. Tapi tiba-tiba, nenek ini teriak, "mas, iku dompetku!!". Nenek itu turun dari angkot untuk mengambil dompetnya yang diketemukan kernet.

Ternyata nenek tadi kehilangan dompetnya. Begitu kembali duduk di angkot, tak henti-hentinya sang nenek mengucap syukur. Katanya, uang di dompetnya sekitar 40ribu. Tapi menurut aku, uang itu pastilah cukup banyak bagi nenek itu dan cukup untuk belanja beberapa hari. Karena, dari penampilannya [memang sih, penampilan bisa menipu], nenek itu bisa di katakan kurang mampu. Apa lagi melihat kepanikan nenek mencari dompetnya, pastinya uang itu sangat dibutuhkan [emang ada yang ga butuh duit??hehehe…]. Dalam hati aku ikut bersyukur untuk nenek tersebut. Memang, kalau sudah rizqinya, tidak mungkin kemana-mana.   

bukuSeptember 15, 2007 1:27 pm

Nama Bondan Winarno mungkin sudah tidak asing di telinga penikmat kuliner. Beliau adalah presenter acara kuliner yang di siarkan hampir setiap hari pada salah satu stasiun tv. Aku termasuk salah satu penggemar acara tersebut. Apa lagi acara ini di siarkan saat makan siang, bisa jadi makan siang kita yang biasa saja menjadi sangat istimewa. Cara beliau menikmati makanan yang sedang di santap sangat menarik. Bahasa yang beliau gunakan pun unik. Seperti "rasa kencurnya nonjok", "rasa pedasnya nendang" [bisa-bisa habis makan babak belur nih] atau yang paling sering terdengar adalah "nah, ini baru mak nyusss…". Beliau dapat  menerangkan rasa makanan tersebut dengan jujur. Jadi,  walau pun kita tidak mencoba makanan tersebut, tapi kita percaya bahwa makanan tersebut enak. Sehingga banyak orang yang tertarik untuk datang dan mencobanya.

Tidak hanya mahir dalam soal makanan, tapi beliau juga mahir menulis. Dari cerita anak-anak, cerita pendek, novel dan buku-buku tentang manajemen. Bondan Winarno lahir di Surabaya, 29 april 1950. Beliau mengawali karier sebagai juru kamera Puspen Hankam pada awal 1970-an, dan kemudian menjadi wartawan. Gazelle, cerpennya yang berlatar pengalamannya dalam tugas jurnalistik ke berbagai negara memenangi hadiah pertama lomba penulisan cerpen majalah Femina, 1984.

Beliau juga penulis kolom andal. Lulus kursus Marketing and Financial Management di Jakarta, beliau pernah secara tetap mengisi kolom yang membahas soal-soal manajemen. Pernah bekerja di perusahaan advertising dan menjadi pemimpin redaksi majalah SWA. Bondan winarno barangkali adalah orang yang paling tepat sebagai penulis Kiat. Keluasan pengalaman hidupnya membuat beliau mampu memasuki berbagai bidang pengetahuan dan menulisnya dengan baik sehingga orang yang sangat awam pun dapat paham membaca tulisannya.

Salah satu bukunya yang berjudul Seratus kiat, jurus sukses kaum bisnis dituturkan dalam bahasa yang sederhana. Walau berisi cerita, tapi yang membaca buku ini dapat menangkap maksud dari cerita tersebut. Kutipan-kutipan dalam buku ini, dapat menambah semangat dan menjadi kiat tersendiri. Seperti dalam salah satu judul "Mengatasi Kegagalan", Beliau mengutip ucapan De Bono.

    Yang penting bukanlah apakah seseorang pernah mengalami kegagalan. Tetapi cara dia mengatasi kegagalan itu. Saya selalu Bertanggung jawab atas kegagalan yang saya lakukan. Itu bukan berarti bahwa saya menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah karena telah melakukan kesalahan, tetapi sekadar mengakui bahwa sayalah penyebab kegagalan itu. Mencoba mencari penyebab lain dari kegagalan itu hanya berarti bahwa saya tidak bertanggung jawab atas kegagalan itu. [hal 131]


Memang hanya kita sendirilah yang bertanggung jawab atas semua yang telah kita lakukan. Bukan malah mencari kambing hitam [kasihan kan kambing hitam lagi yang di salahin…] atas kegagalan yang kita alami. Dan masih banyak lagi kiat-kiat yang disampaikan dalam buku ini. Maka, untung pencinta bacaan, buku ini memang "mak nyuuusss…". 

cerita2...September 12, 2007 11:57 pm

Selama di ngawi, khususnya di pondok, banyak sekali hal yang terjadi. Aku bertemu dengan dua orang teman lama. Dwi dan marcelly yang masih mengajar di pondok. Cerita-cerita seru mengalir begitu saja tanpa ada habisnya. Dari cerita kenangan ketika masih mondok, sampai cerita tentang kabar teman-teman yang lain. Ternyata ada beberapa orang temanku yang baru saja menikah. Aku juga mengunjungi seorang teman yang kebetulan sekali baru melahirkan anak pertamanya. Anaknya seorang perempuan yang cantik dan sehat. Dani, temanku yang baru melahirkan itu, banyak bercerita pengalamannya melahirkan yang membuat aku sedikit takut. Pasca melahirkan, berat badannya langsung susut 10 kg. Pantas saja, badannya sudah terlihat seperti dulu.

Yang lucu adalah ketika aku dan whidha diajak dwi makan bakso di pasar mantingan yang tidak jauh dari pondok. Masalahnya, kita berangkat terlalu sore sehingga tidak banyak kendaraan kecil yang lewat. Setelah menunggu lama, akhirnya kendaraan yang biasa digunakan datang. karena sangat penuh, kita tetap nekad dan naik bersama dengan murid-murid SMP yang baru saja pulang sekolah. Selama perjalanan, kita berdiri di depan pintu sambil berpegangan dan berdoa semoga tidak jatuh. Bis kecil ini berjalan lambat dan goyang kesana kemari, mungkin karena beban yang terlalu banyak dan ketika ada pemumpang turun, mau tidak mau kita juga harus turun. 15 menit kemudian, kita sampai. Badan kita terasa lemas, gemetaran tapi tidak tau kenapa, kita malah tertawa mengingat kejadian lucu dan menegangkan diatas bis.

Setelah makan bakso, masalah lain pun datang. Memang baru jam 5 sore, namun tukang ojek mengatakan bis kecil sudah tidak ada yang lewat jadi kita disuruh ngojek sampai pondok. Tapi kita tetap menunggu sambil dan berharap bis kecil datang. 15 menit berlalu, dan yang lewat hanyalah bis-bis besar antar kota. Jujur saja, kita sudah agak panik, takut kemalaman sampai pondok. kita pun sepakat menunggu 5 menit lagi atau pulang naik becak. Memang aneh karena kita malah memilih menggunakan becak. Mending kemalaman di jalan naik becak tapi rame-rame dari pada naik ojek sendiri-sendiri.

5 menit berlalu dan bis yang kita tunggu tidak kunjung datang. kita sudah mau naik becak ketika ada bis besar yang biasa anak-anak pondok gunakan untuk keluar kota terlihat dari jauh. kita serentak menghentikan bis, berharap bis itu mau mengantar kita sampai pondok. Akhirnya, kernet bis tadi menaikkan kita tapi kondekturnya agak marah karena kita penumpang jarak yang sangat dekat. kita kasih senyuman yang paling manis untuk sang kondektur supaya tidak diturunkan ditengah jalan, dan berhasil. Hanya dalam watu 5 menit saja, kita sudah sampai depan pondok. Sebelum turun dari bis, kita berterima kasih sama supir, kernet dan kondetur. Dan lagi-lagi, saat sudah turun, kita tertawa lebar.

cerita2...September 10, 2007 8:34 am

Tidak terasa sudah hampir sebulan ini aku tidak nulis. Jangankan nulis, online saja baru seminggu ini aku mulai aktif lagi. Semua berawal ketika pada tanggal 15 agustus lalu, aku sama whidha harus ke pondok. Selain membantu adikku zahwa belajar guna mengikuti ujian masuk di pondok, kita berdua akan melakukan survei di pondok untuk bahan skripsi.

Rencana awal, aku dan whidha hanya tinggal paling lama seminggu. Ternyata, zahwa minta di tunggu sampai pengumuman kelulusan yaitu tanggal 30 agustus. Akhirnya aku turuti, karena tidak tega dan dia masih tidak betah di pondok. Hampir setiap hari mengangis dengan alasan kangen sama papa dan mama. Mana kalau sudah menangis, seperti kran bocor. 

Akhirnya, whidha pulang ke malang sendiri sedangkan aku ke rumah mbah yang kebetulan tidak jauh dari pondok. Tanggal 30 aku kembali ke pondok. Ternyata pengumuman ditunda sampai tanggal 2 september. Untungnya mama sudah mengizinkan aku pulang dan waktu pengumuman, zahwa ditunggu sama bu lekku. 

Sedangkan seminggu kemarin, aku mengerjakan tugas-tugas mata kuliah semester pendek. Yah, walaupun sambil main ke tempat-tempat lain, tapi tidak tau kenapa males banget mulai nulis. Setelah tugas dikumpulkan sabtu kemarin, sekarang tidak ada lagi alasan untukku buat tidak mulai menulis. Baiklah, harus mulai dari sekarang dengan semangat. SEMANGAT!!!!