Penasaran ga sih gimana jadinya kalau iblis ngambek. Kira2 kenapa yah?? Hal inilah yang coba d angkat oleh Indra Tranggono dalam buku kumpulan cerpennya yang juga berjudul Iblis Ngambek. Buku setebal 137 halaman ini terdiri dari 15 cerpen. Sebagian besar cerpen2 dalam buku ini telah dipublikasikan d koran seperti Kompas, Suara Pembaharuan, Jawa Post dan lainnya.
Iblis Ngambek bercerita tentang seorang juru cerita yang ngambek. Ia ga mau lagi cerita tentang manusia yang dinilainya sudah semakin sensitif terhadap kritik. Karena bingung harus bagaimana, yang dia lakukan cuma tidur dan tidur. Suatu hari ia bermimpi didatangi Iblis. Bukan main takutnya si juru cerita melihat Iblis yang begitu menakutkan: berbadan tinggi besar, mata besar dan raut muka yang sangar. Teryata, sang Iblis cukup ramah dan melarang juru cerita untuk takut padanya. Iblis berjanji ga akan mengganggu justru meminta bantuan juru cerita.
Sang Iblis bercerita bahwa ia sudah sangat jengkel pada manusia, maka ia mau menceritakan beban perasaannya pada juru cerita. Lalu berkata:
"Saya, atas nama Iblis, dengan ini menyatakan: mengundurkan diri sebagai penghasut dan penggoda manusia untuk berbuat dosa. Keputusan ini saya ambil dengan sesadar-sadarnya, tanpa tekanan atau intimidasi, apalagi disuap oleh bangsa manusia." [hal 91]
Lalu Iblis menambahkan kalau bangsanya tidak mengenal suap ataupun korupsi, apabila didapati oknum Iblis yang korupsi, maka si oknum tersebut telah kangslupan manusia. Bahkan menurutnya, prilaku manusia jauh lebih iblisistik daripada Iblis itu sendiri. Sebab, manusia itu mahluk kemungkinan, artinya bisa buruk bisa sangat baik. Sedangkan Iblis dan malaikat mahluk kepastian. Iblis pasti buruk, malaikat pasti baik.
Iblis ga perlu korupsi, hanya butuh pengikut yang setia yaitu manusia yang secara sadar menempuh karir d jalan sesat dengan bonus neraka. Tak lama kemudian, pengikut setia Iblis semakin membludak jumlahnya sehingga manusia banyak yang mencoba menyuap Iblis biar bisa menjadi pengikutnya. Tentu saja hal ini menjadikan Iblis kewalahan. Apalagi lama kelamaan, pekerjaan Iblis d ambil alih oleh manusia, sehingga Iblis banyak yang menganggur.
Juklak dan juknis yang Iblis buat untuk menggoda dan menghasut manusia sudah lama d masukkan dalam laci. Karena godaan, hasutan dan bisikan Iblis sudah ga mempan lagi. Manusia sudah lebih pintar menjadi provokator bagi bangsanya sendiri. Hal ini menjadikan sang Iblis sedih bukan main.
"Saya benar2 sedih, bukan karena saya kehilangan job untuk menggoda manusia, tetapi karena ngeri melihat ulah manusia yang telah sukses besar melakukan transformasi budaya dengan mengadopsi nilai2 keiblisan secara sempurna. Bahkan saking sempurnanya, mereka tidak lagi butuh mentor dan fasilitator kejahatan macam saya, Iblis yang celaka ini." [hal 93]
Itulah antara lain sebabnya mengapa Iblis ngambek dan mau berhenti menjadi penghasut dan penggoda manusia. Tapi untunglah, hal tadi cuma mimpi dari sang juru cerita dan sekedar cerita. Ga terbayang kalau Iblis benar2 ngambek. Berarti moral dan akhlak bangsa manusia sudah semakin rusak. Na’udzubillah……
