Awalnya, saya tidak tahu sama sekali tentang joomla sampai pada saat paman saya menyuruh saya untuk belajar Joomla. Saya dikirimkan file Joomla yang amat sangat asing bagi saya. Lalu saya mencari referensi mengenai Joomla di internet. Itulah awal saya mengenal Joomla. Ketika seminar PKL di kampus, saya mempresentasikan sebuah website. Lalu dosen penguji saya yang amat berkompeten di bidang web, menyarankan pada saya untuk membuat web menggunakan Joomla. Karena menurut beliau, aplikasi Joomla sangat aman dari gangguan para hacker.

Joomla merupakan salah satu aplikasi dari content management system (CMS) yang Open Source. CMS merupakan sebuah system yang digunakan untuk mengatur isi website dengan baik dan mudah. Seperti kita ketahui banyak sekali terdapat jenis-jenis CMS, diantaranya adalah Mambo, Drupal, Geeklog, Post-Nuke, dan masih banyak lagi jenisnya. Joomla merupakan turunan dari Mambo, jadi sedikit mirip dengan Mambo. Mambo menggunakan bahasa PHP (PHP Hypertext Processor).

Pembuatan web menggunakan CMS amat mudah diperbaharui dan dinamis. Kalau isi website kamu tadinya sedikit atau sangat sederhana, lalu pada suatu hari tiba-tiba menyadari bahwa website kamu semakin berkembang dan banyak pengunjungnya. Maka kamu perlu website yang mudah dihandle. CMS Joomla adalah salah satu jawabannya.

Kalau kamu mempunyai blog dan menggunakan seluruh fasilitas di dalam blog tersebut, maka kamu tahu, apa isi blog kamu. Nah, Joomla itu lebih lengkap daripada sekedar WebBlog. Akan tetapi kalau kamu bukan Blogger, dan mau membuat website, entah itu untuk dagang, untuk sekolah, untuk komunitas/organisasi atau untuk yang lainnya, maka Joomla adalah salah satu aplikasi web yang baik dan mudah dipelajari. Mungkin hal itu dikarenakan gratis dan gampang menginstalnya. Dan saat ini sudah didukung oleh banyak komunitas internasional. Baik menggunakan bahasa inggris maupun bahasa Indonesia.

Secara garis besar, Mambo atau pun Joomla terdiri dari 3 elemen dasar, yaitu server web (webserver), skrip PHP dan database MySQL. Webserver diasumsikan terhubung dengan Internet/Intranet yang berfungsi sebagai penyedia layanan situs. Skrip PHP terdiri dari kode program dalam bahasa php dan database merupakan tempat penyimpanan konten. Mambo/Joomla menggunakan Apache sebagai webserver dan MySQL untuk databasenya. Hampir seluruh modul maupun komponen untuk Mambo dapat pula digunakan pula pada Joomla. Jadi, entah Anda menggunakan Mambo ataupun Joomla, tidak menjadi masalah karena seluruh tool memiliki fungsi yang sama.

Meskipun program ini menggunakan bahasa php, bukan berarti harus paham seluruhnya tentang kode php. Bagi mereka tidak memahami atau baru mengenal kode HTML, Javascript, ASP, maupun php seperti halnya saya, tidak perlu takut untuk mempelajarinya karena meskipun tidak tahu tentang kode-kode tersebut, orang bisa membuat sebuah web secara cepat dengan beberapa fitur yang sangat kompleks Mambo dapat digunakan untuk membuat situs komersial, pribadi atau yang lainnya.

Aplikasi yang beragam dapat dibuat hanya dengan Mambo/Joomla karena memiliki beberapa kemampuan, diantaranya:
   1. Dapat melakukan update halaman utama, halaman berita, halaman artikel, maupun  halaman arsip secara cepat.
   2. Dapat melihat file PDF
   3. Dapat menambahkan menu baru pada main menu, other menu, maupun top menu dengan mudah
   4. Dapat mengatur weblink dengan cepat dan mudah.
   5. Dapat mengatur banner (iklan).
   6. Dapat mengatur FAQ (Frequently Asked Questions).
   7. Dapat mengatur Newsflashes
   8. Membuat arsip dan menampilkannya kembali
   9. Dapat mencetak artikel, mengirim artikel lewat email, dan membaca artikel dengan format PDF.
  10. Dapat mengatur pengguna (user) dengan tingkat akses level yang berbeda.
  11. Dapat menambah komponen, modul, dan template dari pihak ketiga (seperti: forum, calendar, reminder, agenda, guestbook (buku tamu), shopping cart, dan sebagainya).

Desain Mambo berbeda dengan aplikasi sejenis seperti Microsoft Frontpage maupun Macromedia Dreamweaver. Mambo sangat fleksibel, mudah digunakan, dan bentuknya sederhana, karena:
   1. Mudah melakukan setup/instalasi.
   2. Memiliki interface administrator yang sederhana untuk mengatur isi situs atau website.
   3. Mudah digunakan untuk mengedit seperti menambah, mengubah, dan menghapus content dan gambar.
   4. Fleksibel untuk mengatur tampilan front end.
   5. Fleksibel untuk menambah komponen dan modul yang baru dari pihak ketiga.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kita tidak perlu lagi mengetahui konsep pembuatan web dengan HTML, maupun XML cukup memasukan content dan gambar yang ingin ditampilkan ke dalam situs. Bahkan webmaster tidak perlu memahami program FTP untuk melakukan upload data karena di dalam Mambo/Joomla sudah tersedia fasilitas untuk uploading.

Jadi, mari belajar mambo atau joomla. Saling memberi masukan untuk dapat membuat web yg baik.