Awalnya agak ragu membeli buku ini. Karena buku yang mau aku beli tidak ada , akhirnya aku beli juga buku ini. Sudah lama tidak beli buku.
Bercerita tentang seorang yang bernama ikal. Berasal dari daerah Belitong Timur yang kaya akan timah. Ayahnya bekerja pada sebuah penambangan timah. Ikal mempunyai seorang sepupu jauh bernama Arai yang sudah yatim piatu sehingga dari kecil tinggal bersama keluarga Ikal. Arai seorang yg tabah, pandai , cerdas dan penuh semangat. Ikal juga mempunyai seorang sahabat bernama Jimbron. Jimbron seorang yang gagap juga yatim piatu. Sepeninggal orang tuanya, dia diasuh oleh seorang pendeta yang baik hati karena tetap mengajarkan Jimbron agama yg dianut orangtuanya sebelum meninggal yaitu islam. Gagapnya dikarenakan kisah pilu masa kecil karena menyaksikan ayahnya meninggal. Dia sangat tergila-gila pada kuda.
Memasuki masa SMA, mereka bersekolah di SMA negeri pertama yang ada di kampung mereka. Mereka tinggal bersama di dekat dermaga. Pada waktu luang mereka bekerja menjadi kuli untuk mencari uang tambahan. Di sekolah, Ikal dan Arai adalah murid yang berprestasi terlepas dari kenakalan-kenakalan yang mereka lakukan bersama. Seperti ketahuan menonton film "panas" di bioskop oleh guru mereka. Sedangkan Jimbron mempunyai prestasi yang biasa-biasa saja tapi tetap semangat bersekolah.
Mereka mempunyai mimpi yg sama. Yaitu melanjutkan kuliah di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis. Tapi pada akhir cerita Ikal dan Arai yang mendapat beasiswa di sana untuk melanjutkan kuliah S2.
Pada buku ini, aku sangat terkesan dengan kisah kehidupan Ikal dan Arai yang bisa mewujudkan mimpi mereka. Sebenarnya Ikal sempat tidak percaya diri dan menyerah untung mewujudkan mimpinya, tetapi Arai mengatakan "Orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu. Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…". Kata-kata tersebut sungguh memberi semangat tuk aku pribadi supaya aku tidak patah semangat mewujudkan mimpi2ku.
Selain itu, buku ini juga bagus sekali tutur bahasanya. Walaupun banyak menggunakan bahasa melayu tapi di tuturkan dengan baik sehingga aku bisa memahami isi cerita. Bagi yang suka membaca, tidak ada salahnya membaca buku ini. Yang pasti kita jangan berhenti bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi kita. Selamat membaca.

thats a great scientific novel i’ve ever read!! satu kalimat yg bkin aku tertampar “jangan pernah mendahului nasib”. Ketika seolah “dunia tdk bersama kita” kadang akan muncul sikap pesimis meski cm sedetik, tp kalimat Arai itu bener bgt!!!… jgn pernah berhenti bermimpi… im a dreamer girl then! :p
Comment by dyan — June 22, 2007 @ 2:35 am
oooo.. buku itu ya.. aku belom baca. aku setuju sama perkataannya. “tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati”. tapi kalo cuma bisa mimpi, sama aja bohong. “tanpa semangat, orang seperti kita akan mati”… semangat.. semangat jalani hidup, untuk raih mimpi
Comment by adek_mu — June 22, 2007 @ 10:05 am
sang pemimpi yg sngguh mengesankan….amat menyentuh…tuk bs sllu menyerah akan tantangan hidup….
Comment by hans — June 23, 2007 @ 1:59 am
tidak mustahil sebuah keberhasilan berawal dari mimpi… slamat bermimpi…!!!
Comment by k4r4Enk — June 30, 2007 @ 6:56 am
Wah ente bisa2nya ngrangkum novelnya sang pemimpi,.. sebenere aku belum baca semua n cuma baca 1 bab aja tapi setelah baca rangkuman dari ente,.. ane jadi pengen baca nie,..
Comment by anton — September 2, 2008 @ 1:45 am