Leunca yang memunyai nama latin //Solanum nigrum L// dan masih dalam suku Solanaceae (terong-terongan), merupakan sayuran yang biasa di konsumsi masyarakat. Masyarakat Sunda biasa mengonsumsi leunca untuk dijadikan lalapan atau ditumis dengan oncom. Sedangkan masyarakat Jawa menjadikan leunca sebagai bahan campuram untuk botok.
Leunca berasal dari Eropa dan Asia Barat yang kemudian menyebar secara luas melalui Malaysia . Leuca tumbuh liar di berbagai tempat pada dataran rendah sampai 3.000 meter dari permukaan laut. Tumbuhan ini memunyai tinggi sekitar 30-175 cm dan bercabang banyak. Buahnya, bulat, berdiameter 0,8-1 cm, terdapat dalam tandan. berwarna hijau. Jika sudah masak warnanya menjadi ungu kehitaman atau hitam, mengkilap, berisi banyak biji. Rasanya renyah namun sedikit pahit dan agak langu.
Di beberapa Negara termasuk Indonesia, leunca dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di Meksiko, buah dan daun tanaman ini telah digunakan sebagai obat pusing. Di Cina, digunakan untuk mengurangi radang ginjal dan juga sebagai antidiare. Di India, dipakai untuk menyembuhkan penyakit anjing gila. Nigeria, telah lama percaya bahwa terong ini dapat menyembuhkan reumatik tertentu, bahkan mengobati asam urat. Sedangkan di Korea yang merupakan negara ginseng, memanfaatkan daun yang telah dikeringkan, termasuk buahnya, untuk mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku, dan nyeri lainnya.
Selain itu, herba ini juga berkhasiat membersihkan panas dan racun, stimulan darah, antiradang, peluruh urine (diuretik), antibakteri, menghilangkan bengkak, peluruh dahak (mukolitik), menghilangkan gatal, pereda batuk dan sesak. Getahnya dapat digunakan sebagai obat kutilan pada kulit.
Mengonsumsi sedikit daun leunca dapat merangsang pengeluaran keringat dan menyebabkan urus-urus pada keesokan harinya. Sedangkan mengonsumsi daun leunca pada jumlah besar, dapat menyebabkan efek keracunan, walaupun tidak fatal. Maka, akan lebih aman jika buah atau daunnya direbus terlebih dulu sebelum dikomsumsi. Karena perebusan dapat merusak zat beracun pada leunca.
Antikanker
Dr Setiawan Dalimartha, ahli herbal yang juga sekretaris umum Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia (Hiptri) dalam buku //Atlas Tanaman Obat Indonesia Jilid 5//, mengatakan herba ini mengandung glykoalkaloids solanine, solasonine, solamargine, solanigrine, solanigridine, diosgenin, tigogenin, sedikit atropine, saponin, resin, zat samak, minyak lemak, kalsium, fosfor, besi, serta vitamin A dan C.
Solasodine memunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), menurunkan panas, antiradang, dan antisyok. Sedangkan solamargine dan solasonine memunyai efek antibakteri, dan solanine sebagai antimitosis.
Wahyu Sapto, ahli herbal yang berpraktik di Herbal Medical Center, Malang, menambahkan kandungan solomargine yang ada pada leunca bisa mengendalikan sel-sel liar kanker, dan dapat menyembuhkan kanker isufagus atau kanker dalam tenggorokan dan lambung. Adapun cara pengobatannya, leunca dimakan sebagai lalapan.
. Tapi harus diganti neh, yah nurut aja lah.


], dan tidur. Bahkan ada yang sms menanyakan keberadaan sahabatku [nggak nyambung deh…].